Diduga Jaringan Organisasi Terlarang di Maros, Kemenag: Masyarakat Menolak Kehadiran Kelompok Khilafatul Muslimin

  • Bagikan

MAROS, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah secara resmi melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mendorong pentingnya penerbitan regulasi yang melarang penyebaran ideologi anti-Pancasila.

Dari beberapa organisasi terlarang, salah satu yang masuk daftar pemerintah adalah kelompok Khilafatul Muslimin, ormas yang dianggap menyebarkan ideologi berlawanan negara.

Siapa sangka, aktivitas kelompok Khilafatul Muslimin muncul di wilayah Sulawesi Selatan sejak beberapa tahun 1998.

Awalnya Kelompok tersebut sempat melakukan giat pada masyarakat di Desa Benteng, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros yang dikemudian saat ini Pondok Pesantrennya berpusat di Desa Barugae Kec. Mallawa Maros

Saat dikonfirmasi, H. Abd. Hafid Murtala Patongai selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Maros, mengakui keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin melakukan aktivitas di daerah tersebut.

Meski demikian ia menegaskan, masyarakat setempat menolak kehadiran kelompok organisasi ini karena dinilai bertentangan NKRI.

“Sudah lama kelompok Khilafatul Muslimin lakukan giat dan aktivitas dianggap bertentangan. Bahkan masyarakat Maros yang tidak setuju keberadaan organisasi ini, sudah beberapa kali menolak,” ujarnya, saat dihubungi, Minggu (5/6/2022).

Sebagai langkah kongkret, kata dia, Kemenag Maros sudah mengambil tindakan dengan melakukan dialog secara persuasif serta edukasi dengan pimpinan kelompok tersebut. Namun, hingga kini belum ada kesadaran dari organisasi Khilafatul Muslimin.

  • Bagikan