Sembari Olahraga, Gubernur Sulsel Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Sawah

  • Bagikan
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berkunjung ke Pasar Sawah, yang terletak di Jalan Gunung Latimojong Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL — Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berkunjung ke Pasar Sawah, yang terletak di Jalan Gunung Latimojong Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Selasa pagi, 11 Oktober 2022.

Ia meninjau harga bahan pokok disela-sela aktivitas olahraga berjalan paginya.

Ia berbincang bersama para pedagang dan menanyakan berbagai harga-harga, termasuk kebutuhan pokok demikian juga dengan stok yang tersedia.

Salah satunya berbincang dengan penjual beras, Risma, Gubernur menyakan harga beras ketan Andi Sudirman Sulaiman.

“Ini beras ketan putih dan hitamnya berapa Bu? beras ketan merah ini untuk apa? kalau untuk bikin songkolo yang mana Bu? Yang cocok songkolo dan latto-latto (meletus) waktu di makan,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Risma menjelaskan untuk beras ketan putih Rp15 ribu per liter, sedangkan beras ketan hitam Rp25 ribu satu liter.

“Yang paling cocok beras ketan paling hitam ini Pak Gub untuk songkolo, sekalian untuk bawang gorengnya,” pinta Irma.

Selain itu, Ia juga berbincang dengan Hada yang menjual berbagai kebutuhan pangan, diantaranya mie.

“Tadi pak datang sebelum jam enam, Bapak Gub beli mie, saya sampaikan harganya sudah naik, beliau beli 1 dos, kembaliannya dikasih ke saya, saya gembira, pagi-pagi langsung dapat rejeki," ucapnya.

Adapun harga kebutuhan pokok di pasar ini (pasarmakassar.id) untuk Beras Kualitas Bawah Rp. 11,000 /Kg; Beras Kualitas Medium dan Super Rp. 12,000 /Kg; Cabai Merah Besar Rp. 25,000 /Kg; Cabai Rawit Merah Rp. 40,000 /Kg; Daging Ayam Ras Segar Rp. 25,000 /Kg; Minyak Goreng Curah : Rp. 14,000 /Ltr.

Pasar ini salah satu pasar tradisional yang terletak tidak jauh dari Rumah Jabatan Gubernur ini, merupakan salah satu pasar lama dan terkenal di kalangan warga Makassar dan telah ada sejak tahun 1950an, dulunya merupakan sawah yang menjadi tempat berjualan para pedagang.(*)

  • Bagikan

Exit mobile version