Pemprov Target Akhir Tahun 2022, Inflasi Di Sulsel Turun Dibawah 5 Persen

  • Bagikan
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sulsel dr Ichsan Mustari, saat ditemui di Hotel Claro, Kamis (15/12).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telab mengumumkan 52 kabupaten kota di Indonesia yang belum melakukan upaya konkrit dalam pengendalian inflasi. 

Adapun, tiga kabupaten di Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar tersebut yakni Pinrang, Luwu, dan Luwu Utara.

Menanggapi hal tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, jika ketiga daerah tersebut saat itu laporannya belum masuk ke kemendagri.

Padahal, kata Ichsan, Pemerintah Provinsi bersama 24 kabupaten kota di Sulsel telah melakukan upaya-upaya dalam mengendalikan inflasi.

Diantaranya, dengan melakukan gelaran pasar murah di kabupaten kota secara serentak dibeberapa titik. Hal tersebut dilakukan ahar harga pangan dipasaran dapat dikendalikan.

"Kabupaten kota termasuk provinsi dalam mengendalikan inflasi antara lain dengan melakukan pasar murah di beberapa tempat di kabupaten kota. Kemudian keerjasama antar daerah itu kta lakukan," ujarnya, Kamis (15/12).

Tak hanya itu, Ichsan mengatakan anggaran yang telah dialokasikan Pemprov untuk mengendalikan inflasi di Sulsel yakni sebesar Rp15 Milyar dengan rincian bantuan sosial sebanyak Rp2 Milyar telah tersalurkan sebanyak 95 persen.

"Saat ini bansos menggunakan dana provinsi sudah 95 persen dari dana Rp2 milyar yang disebar terutama di kabupaten yang kemiskinan ekstrim," terangnya.

Lanjut, upaya lainnya yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel, kata Ichsan, dengan melakukan padat karya agar kemampuan belanja masyarakat dapat lebih baik.

Lebih jauh, salah satu upaya untuk mengawasi hargaa harga pangan dipasaran, kata Ichsan dengan menurunkan tim satgas pangan.

"Ada satgas pangan yang tentu dipimpin langsung oleh Polda, yang dilakukan pengawasan pengawasan terkait harga ini, mereka jalan. Jadi semua tim ini jalan, tim TPID kabupaten kota termasuk juga satgas pangan," jelasnya.

Terakhir, Ichsan menyebut Pemprov Sulsel menargetkan di akhir tahun 2022 inflasi di Sulsel turun dibawah dari 5 persen. Diketahui, Secara tahun kalender, Sulsel tercatat mengalami inflasi sebesar 5,03 persen (ytd), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,76persen (ytd). Sementara itu, secara tahunan, Sulsel tercatat mengalami inflasi sebesar 6,00 persen (yoy).

"Sesuai dengan arahan presiden, kita berharap diakhir tahun ini inflasi kita dibawah 5 persen," pungkasnya. (Shasa/B)

  • Bagikan

Exit mobile version