Siswa SD di Takalar Diduga Disekap Gurunya, Pelaku Dilapor ke Polisi

  • Bagikan
ilustrasi

TAKALAR, RAKYATSULSEL - Siswa SDN 165 Inpres Al Qamar Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial AJ (11) diduga disekap gurunya inisial RM. Orang tua AJ, Max Sahetapi (60) pun melaporkan dugaan kekerasan RM ke Polres Takalar, Senin (22/5/2023).

Max Sahetapi mengatakan, dugaan penyekapan dan penganiayaan itu terjadi sekitar Oktober 2022 lalu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma berat.

“Awal mula kejadiannya anak saya hanya bermain dalam kelas, mungkin ribut atau apakah sehingga anak saya mendapat perlakuan kasar dari salah seorang gurunya itu,” kata Max Sahetapi kepada Rakyat Sulsel, (22/5).

Saat ditanya kenapa peristawa penganiyaan yang menimpa anaknya itu baru dilaporkan ke polisi, Max Sahetapi mengatakan bahwa anaknya baru mau mengakui perlakuan oknum gurunya tersebut setelah beberapa kali dibujuk.

“Kami bujuk terus bersama ibunya sampai anak saya mau berterus terang kalau dia pernah di tempeleng dan disekap oleh oknum gurunya tersebut,” sambungnya.

Menurut Max Sahetapi, perlakuan RM itu tidak mencerminkan sebagai seorang tenaga pendidik karena menghukum muridnya diluar dari batas kewajaran.

“Anak saya ditempeleng, disekap, diikat tangannya, dan dilakban mulutnya, apakah begini perbuatan seorang guru kepada muridnya?,” tegasnya.

Dia juga berharap agar kasus yang menimpa anaknya dituntaskan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dalam dunia pendidikan di Takalar.

  • Bagikan

Exit mobile version