Pendatang Baru Ancaman Kursi Petahana

  • Bagikan
karikatur/rambo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Tiga calon petahana bakal calon DPD RI daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan telah melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa pekan lalu.

Mereka adalah Andi Ihsan, Lily Amelia Salurapa, Tamsil Linrung. Sementara Ajiep Padindang maju di DPR RI lewat Partai Golkar.

Tiga petahana di atas berupaya untuk mempertahankan kursinya dari manuver politik oleh 16 bakal calon pendatang baru.

Direktur Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan, jika kompetisi di DPR RI dapil Sulsel dipetakan, maka satu kursi sudah pasti akan diamankan oleh kandidat non muslim. Dia memprediksi, Pdt. Musa Salusu yang bakal mengisi jatah kursi untuk non muslim.

Selain itu, Suwadi juga memprediksi jika satu petahana yakni Tamsil Linrung berpotensi besar mengamankan kursinya di DPD RI.

“Jadi sebenarnya kalau kita bicara tentang DPD RI maka hanya dua kursi yang akan diperebutkan. Karena dua kursi lainnya bisa dipastikan akan diamankan oleh bakal calon nonmuslim dan Tamsil Linrung. Karena Tamsil kan kuat karena di back-up dua partai, PKS dan Gelora,” ujarnya.

Itu artinya, dua petahana yakni Lily Amelia Salurapa dan Andi Muhammad Ikhsan akan terancam oleh pendatang baru yang akan berkompetisi memperebutkan dua kursi. Karena dua kursi lainnya diprediksi kuat akan diamankan oleh Pdt. Musa Salusu perwakilan non muslim dan Tamsil Linrung sebagai petahana.

“Kandidat yang berpotensi mengganggu petahana itu adalah Harmansyah dia di backup oleh Gerindra. Kemudian ada nama Yagkin Padjalangi. Karena Ajiep Padindang tidak maju maka kekuatan Golkar mengarah ke Yagkin. Kemudian suara PAN akan ke Yusran Paris dan ada juga Prof. Idrus dan Datu Luwu. Nama ini berpotensi mengancam pertahanan dan memperebutkan sisa dua kursi,” ujarnya.

Suwadi mengatakan, sebenarnya incumbent yang maju di DPD RI tetap diperhitungkan. Tamsil Linrung sudah pasti sangat diperhitungkan karena pemilik suara yang besar di DPD RI dan didukung dua partai. Andi Ikhsan pun masih diperhitungkan.

Hanya saja, Suwadi menilai pendatang baru juga adalah figur yang tak bisa diremehkan. Sehingga berpotensi mengancam petahana. Sehingga Suwadi berkesimpulan perebutan kursi ketiga dan keempat akan ketat dan berlangsung dinamis.

Suwadi menyarankan agar para petahana yang bakal terancam eksistensinya harus merapat ke partai politik.

“Petahana sadar betul mempertahankan kursinya. Makanya Tamsil Linrung memperkuat komunikasinya ke PKS dan Gelora. Dan kader Hmi bisa digarap. Petahana ini harus merapat ke partai karena pengaruh partai besar,” jelasnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan

Exit mobile version