Rangkaian Milad ke 69, UMI Seminar Internasional Sejarah Bugis-Makassar di Nusantara

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Sebagai rangkaian dari milad Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ke 69 digelar seminar internasional di Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (21/6/2023).

Seminar Internasional ini mendatangkan pembicara Pemateri Dr. Mohamed Bin Abdul Hamid (Departemen of southeast Asia Studies National University Of Singapore) , Prof. Dr. Ir. Muh. Hattah Pattah (Jusuf Kalla Reseach center fot Bugis-Makassar Cultural Studies Umi Makassar), Prof. Dr. Mohd. Roslan Bin MOhd Nor (Departemen of Islamic History and Civillzation Universitity Malaya Malaysia.

Wakil Rektor UMI, Profesor. Dr. Ir. H Muh Hattah Fattah mengatakan misteri tentang Bugis-Makassar perlu diungkap lebih dalam. Sebab, kata dia, beberapa catatan di Negara bagian Eropa pada abad terakhir tentang Bugis-Makassar tak lagi lengkap.

"UMI sepakat dengan Universitas Malaya, Malaysia dan National Universitas Of Singapura untuk melakukan research Misteri Kontribusi Orang Bugis-Makassar di Nusantara pada abad terakhir," ujarnya.

Hattah mengatakan, sebenarnya ada banyak misteri terutama catatan tentang Bugis- Makassar banyak dituliskan oleh orang Eropa khususnya British.

"Dan perlu kita ungkap lebih dalam karena dengan tulisan itu bukan Bugis sendiri pasti ada hal-hal yang tidak diungkap secara transparan," jelas guru besar Ilmu Kelautan itu.

Dia mengatakan, misteri tentang Bugis-Makassar yang tersebar di Eropa perlu disandingkan dengan naskah yang ada di tanah Bugis-Makassar untuk dilakukan analisis dan komparasi, sehingga bisa diungkap lebih detail.

Dimana pihaknya sepakat ke depan akan membuat research tidak hanya melihat dokumen yang ada tapi juga sandingkan dengan naskah-naskah dari tanah Bugis Makassar dan analisis dan komparasi sehingga bisa mengungkap lebih konkrit.

"Sebab sepak terjal misteri Bugis-Makassar di beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura berbeda dengan yang ada di Tanah Bugis Makassar," tuturnya.

Hatta mengungkapkan research misteri tentang Bugis-Makassar ini, perlu dilakukan untuk melestarikan peran dan kontribusi orang Bugis-Makassar di Negara Eropa.

"Mereka ungkap bahwa ada pemahaman yang berbeda tentang Salewatang. Karena ini menjadi hal isu yang sangat panas karena salah satu sultan itu dipandang tidak berhak menduduki karena dianggap berbeda," pungkasnya. (Suryadi/A)

  • Bagikan

Exit mobile version