Berangkat Dari Cita-cita, Prof Yusring Sanusi Baso Raih Guru Besar Berkat Penelitian CALL

  • Bagikan
Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling resmi menyandang gelar Guru Besar di bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa Berbantuan Komputer Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Gelar tersebut diperoleh Prof Yusring lewat penelitiannya berjudul 'Computer Assisted Language Learning (CALL), Media Pembelajaran Bahasa Berbatasan Komputer Kini dan Nanti'.

Lewat pemaparannya, Prof Yusring menjelaskan latar belakang kondisi yang mengantarkannya mendalami Computer Assisted Language Learning (CALL), atau Pembelajaran Bahasa Berbantuan Komputer dalam bahasa Indonesia, adalah pendekatan atau metode dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa yang menggunakan komputer sebagai alat bantu.

"CALL mencakup berbagai jenis teknologi dan metode pengajaran, mulai dari program pelajaran bahasa tradisional yang ada di komputer hingga penggunaan teknologi canggih seperti realitas virtual dan kecerdasan buatan," urainya.

Diceritakan pula, pada tahun 1993 saat dirinya menulis skripsi dalam bahasa Arab mengunakan mesin ketik Arab. Pada saat itu, aplikasi pengolah kata yang dikenal dengan Wordstar sudah ada. Namun, karakter Arab belum dikenalnya. Di sisi lain, ia harus menggunakan aksara Arab dan aksara Lontara dalam skripsinya.

"Pada saat itulah, timbul niat dan cita-cita untuk membuat aplikasi atau setidaknya huruf atau aksara Arab dan lontara," ujarnya.

Cita-cita ini ternyata bersambut saat bersangkutan mendapat beasiswa studi lanjut program Magister dari Bank Dunia yang bernama program URGE tahun 1995-1998.

"Mata kuliah Komputerisasi Linguistik menjadi kajian yang menarik. Program Magister Ilmu Linguistik di Pascasarjana Unhas yang bekerjasama dengan Summer Institute of Linguistics, Amerika. Di bawah bimbingan Dr. Barbara Friberg, saya mendalami bidang komputerisasi linguistik," jelas Prof Yusring.

CALL sendiri berkaitan dengan bahasa Arab yang kecenderungannya menjadi media pembelajaran. Secara singkat, dapat disimpulkan bahwa CALL memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa, memperkaya pengalaman belajar, dan mendukung diferensiasi dan personalisasi pembelajaran.

"Namun, seperti teknologi pendidikan lainnya, efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana teknologi tersebut digunakan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum dan strategi pengajaran secara keseluruhan," tutupnya. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version