Tak Terima Diganggu Saat Bermain Catur, Seorang Pria Diduga Dokter Aniaya Bocah 3 Tahun di Warkop 

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Aksi penganiayaan terhadap seorang anak kecil di salah satu warkop yang ada di Kota Makassar, viral di media sosial (medsos).

Menurut informasi, anak kecil yang jadi korban penganiayaan seorang pria paruh baya itu baru berusia tiga tahun. 

Kejadian penganiayaan juga diketahui berada di salah satu warkop yang ada di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Aksi penganiayaan yang terekam CCTV itu memperlihatkan seorang pria tengah asyik bermain catur bersama temannya. Kemudian bocah itu mendekat ke meja pelaku lalu mengambil buah catur yang sedang dimainkan oleh pria itu.

Secara spontan, pria tersebut langsung marah dan menampar bocah itu hingga terpental ke lantai. Tak sampai di situ, pria itu juga membentak bocah yang diketahui berinisial A, anak dari pemilik warkop. 

Bapak A bernama Agung (27) saat diwawancara mengatakan, usai kejadian itu dirinya langsung menghampiri pria yang menganiaya anaknya dengan maksud menegur.

Tidak ingin ada kegaduhan yang membuat pelanggannya terganggu, dia pun meminta maaf kepada pria tersebut atas apa yang dilakukan anaknya. 

"Saya bilang, saya minta maaf pak, saya aturan kembali meja caturnya. Tapi dia tidak berhenti bentak-bentak terus," kata Agung saat diwawancara, Minggu (30/7/2023).

Bukannya menyadari perbuatannya, pria itu disebut malah semakin menjadi-jadi dan membentak bapak korban. Seakan tidak terima atas apa yang dilakukan bocah yang tak mengetahui apa-apa itu.

"Segala macam dia bilang, intinya dia bentak-bentak. Balik semua pengunjung warkop bertanya kenapa," terangnya.

Agung bercerita, peristiwa penganiayaan bermula saat pelaku sedang bermain catur. Karena sibuk melayani, bocah tersebut lepas dari genggamannya lalu menghampiri meja pelaku dan mengambil salah satu buah catur yang sedang dimainkan pelaku.

"Saya pegang anakku, tapi terlepas ki dari tanganku. Dia ambil itu kuda catur (yang dimainkan pelaku)," sebutnya.

"Langsung na tampar, sampainya jatuh. Pas jatuh tertumbuk di kursi. Lukanya, ada sedikit di bibir karena benturan di kursi," sambungnya.

Untuk pelaku sendiri, menurut informasi merupakan seorang pejabat di rumah sakit (RS) Bahagia, Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Terpisah, Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Alim Bahri yang ikut dikonfirmasi mengenai kejadian ini mengatakan, terduga pelaku penganiayaan bocah tiga tahun di salah satu warkop di Jalan Toddopuli, merupakan seorang dokter. 

"Terlapor, atas nama Makmur. Sementara keterangan di laporan seorang Dokter," tutur Alim.

Hanya saja, kata Alim, pihaknya masih belum bisa memastikan dimana terduga pelaku bekerja sebagai Dokter. 

"Rumah sakitnya, belum diambil keterangannya. Cuma diketahuinya dokter," ucapnya.

Orang tua korban disebut pada Jumat (21/7/2023) lalu telah membuat laporan polisi di Polrestabes Makassar. 

"Laporan Polisi baru tiba tadi di saya, sudah kita olah TKP, dilengkapi dulu mindik (adminstrasi penyidikan). Secepatnya lah kita panggil," terangnya. (Isak/A)

  • Bagikan

Exit mobile version