Makna Kemerdekaan Dimata Tokoh Perempuan

  • Bagikan
Kepala BKD Sulsel, Sukarniaty Kondolele

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Indonesia akan memperingati HUT Kemerdekaan ke-78 Tahun, Bunga-bunga Perjuangan(Perempuan) juga memiliki peran menuju kemerdekaan Indonesia. Dewasa ini, arti kemerdekaan tak boleh disepelekan oleh para perempuan itu sendiri, terutama untuk para pelanjut generasi.

Kepala BKD Sulsel, Sukarniaty Kondolele menyampaikan, memaknai kemerdekaan itu tak hanya melihat usia kemerdekaan bangsa Indonesia, tapi juga melihat makna dari segala proses kemerdekaan dan proses untuk bermanfaat untuk bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Sebagai Tokoh yang mengkoordinir ASN lingkup Pemprov Sulsel, ia menyampaikan para ASN dalam pengabdian harus betul memberikan pelayanan terbaik.

“Kalau bisa betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat (Pengabdian ASN), manfaatnya sebagai ASN yang diberikan tanggung jawab selaku pelayan masyarakat,” sebutnya, Selasa (15/8/2023).

Ia menuturkan, sebagai seorang perempuan yang juga memiliki peran dalam mengisi kemeredekaan, juga tak lepas dari tanggung jawab untuk membangun bangsa makna. Kemerdekaan yang absolut tentu harus diimplementasikan, hanya saja kata dia, para perempuan mesti sadar dengan norma yang mengikat sebagai warga negara Indonesia.

“Memaknai kemerdekaan jangan dengan cara yang bablas, nilai kebebasan ada keberadaan diri kita dengan sebagai seorang perempuan itu yang harus dipahami ada norma yang mengikat apalagi indonesia kaya akan kemajemukan yang tentu memiliki norma yang mengikat,” sebutnya.

Kabid Kabid PPPA Dinas P3A Dalduk KB Sulsel, Meisy Papayungan mengatakan, memaknai kemerdekaan tentu harus mampu memanfaatkan kesempatan terutama untuk para perempuan yang saat ini terbilang mudah untuk turut andil dalam segala lini kehidupan sosial, baik pada lini pemerintahan, maupun lini lainnya.

Lanjut dia, meski hari ini masih banyak perempuan yang dikesampingkan haknya, itu juga mesti menjadi pelajaran untuk perempuan untuk memperjuangkan sesama perempuan, agar stigma miring dan peran perempuan itu mampu terjalani dengan baik.

“Perempuan yang cerdas adalah perempuan yang mampu menempatkan pilihan yang sesuai dengan kemampuannya, mampu memilah bagai ia mesti bersikap, dan membuat keputusan,” ujarnya.

Ia menuturkan, apalagi dewasa ini banyak trend yang menjerumuskan perempuan seolah menjadi tidak unggul itu juga dipengaruhi dari tidak bijaknya seorang perempuan. Ia berpandangan perempuan mesti sedini mungkin diberikan dan diarahkaan untuk mengambil keputusan dengan bijak dan benar dalam aspek kehidupan sosial.

“Pengambil keputusan ini, harus dilatih sejak muda, sejak dini, ini peran para orang tua, mana yang baik untuk dirinya,” pungkasnya. (Abu Hamzah/B)

  • Bagikan

Exit mobile version