Kasus Pelecehan Seksual di Makassar Marak, Aktivis Perempuan Minta Pemerintah Sigap

  • Bagikan
ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Kasus pelecehan seksual kembali marak terjadi di Kota Makassar. Dalam dua pekan saja, ada tiga kasus yang viral di media sosial (medsos). Mirisnya, tiga kasus pelecehan seksual itu tidak terjadi di ruang tertutup tapi dilakukan di ruang publik. 

Pada kasus pertama yang saat ini dalam penanganan Polres Pelabuhan Makassar, terjadi di tempat ibadah atau masjid yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Wajo. 

Korbannya adalah seorang anak perempuan berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat orang tuanya melaporkan kasus ini ke polisi, dia menyampaikan jika terduga pelakunya adalah seorang guru mengaji sekaligus imam masjid.

Terduga pelaku disebut melecehkan korban dengan cara menyentuh bagian dadanya saat sedang beristirahat di masjid tersebut.

Tidak hanya itu, kasus pelecehan seksual terhadap perempuan juga kian marak terjadi di jalan raya. Dalam sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang perempuan penyapu jalan dilecehkan seorang pria yang tidak diketahui identitasnya saat sedang bekerja. 

Kejadian tersebut diketahui berlangsung di Jalan Muhammad Jufri, Kecamatan Tallo, Senin (3/10/2023) dini hari. Kasus ini sendiri masih dalam penanganan Polrestabes Makassar.

Begitu juga dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi SMP saat berada di Jalan Tanjung Bayang, Kecamatan Tamalate. Di mana, dalam video yang beredar itu menampilkan seorang perempuan dihampiri seorang pria bersepeda yang tiba-tiba memegangnya. 

  • Bagikan

Exit mobile version