Tak Ada Petahana di Pilwalkot Makassar 2024 Dinilai Bakal Untungkan Appi

  • Bagikan
Munafri Arifuddin.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Mantan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin hingga kini masih di gadang - gadang sebagai kandidat potensial di Pemilihan Walikota Makassar 2024 mendatang. Dimana pesta Demokrasi ini tak ada lagi petahana.

Bahkan Appi sapaan Munafri Arifuddin telah mengikuti dua kali kontestasi Pilwalkot Makassar namun selalu gagal karena adanya kandidat petahana.

Direktur Nurani strategic Nurmal Idrus mengatakan secara pengalaman, Appi memang cukup diuntungkan, meskipun mengalami kegagalan. Sehingga  masa jabatan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto yang sudah masuk dua periode otomatis memberikan keuntungan bagi Appi jika maju di Pilwali mendatang.

"Batu sandungannya selalu petahana Danny Pomanto, dengan tidak ikutnya (Danny Pomanto) ,  maka secara politis Appi punya kesempatan untuk kembali bertarung dan menang," tuturnya.

Nurmal menyarankan, Appi harus benar-benar belajar dari pengalaman kegagalannya dua kali. "Appi harus belajar banyak dari pengalamannya dua kali," ucapnya.

Senada juga  diungkapkan  Pengamat Politik Universitas Hasanuddin,  Andi Ali Armunanto. Dia menilai,  peluang Appi kali ini terbuka luas lantaran tidak lagi berhadapan dengan lawan berat seperti Danny Pomanto.

"Kalau diprediksi kira-kira lawannya Rudianto Lallo, Fatmawati Rusdi atau dr Udin serta nama-nama lain," jelasnya.

Dengan begitu, tugas Appi untuk saat ini adalah melepaskan diri dari citra  oligarki yang menjadi masalah di tahun 2018 atau 2020.  Di mana Appi dinilai tidak mampu melepaskan dirinya dari citra oligarki karena statusnya menantu dari pengusaha besar Sulsel, Aksa Mahmud.  Serta Appi perlu lebih mendekatkan diri ke masyarakat.  

"Dia (Appi) tidak mampu mendekatkan dirinya ke masyarakat lebih jauh seperti yang dilakukan Danny Pomanto,  karena citra oligarki itu melekat kuat pada Appi. Apalagi misalnya di 2018 itu, keluarga yang berlatarbelakang oligarki nampak betul ambisinya untuk menguasai Makassar," tuturnya.

Appi mestinya mampu menciptakan brand politik dan image politik yang disukai masyarakat. Sebab jika dilihat dari kemampuan politik, Appi jauh di atas Rudianto Lallo  dan Fatmawati Rusdi.

"Tetapi kembali lagi yang menjadi masalah atau tugas beratnya adalah melepaskan diri dari citra oligarki dan membuat image politik yang bisa diterima oleh masyarakat," tandasnya. (Fahrullah/B) 

  • Bagikan

Exit mobile version