Ekonomi Biru Masuk RPJMD 2025- 2045 Sulsel 

  • Bagikan
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin memberikan sambutan di kegiatan Forum Diskusi Antar Pemerintah Daerah, Pengusaha dan BUMD se- Sulsel tahun 2024 di Hotel Four Point by Sheraton-Makassar, Rabu (10/1/2024). (Dok.Abu)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Pembangunan suatu wilayah harus dengan perencanaan yang matang apalagi saat ini dunia sedang gencar menggaungkan ekonomi biru, demikian juga di Sulawesi Selatan. 

Hal itu juga disampaikan oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin saat memberikan sambutan di kegiatan Forum Diskusi Antar Pemerintah Daerah, Pengusaha dan BUMD se- Sulsel tahun 2024 di Hotel Four Point by Sheraton-Makassar, Rabu (10/1/2024). 

Kata dia, saat ini Pemprov Sulsel tengah menggodok RPJMD termasuk dengan pembangunan ekonomi biru, hal itu juga mengadopsi rencana rencana pemerintah pusat. “Arah pembangunan ekonomi biro Sulawesi Selatan yang mandiri maju dan berkelanjutan 2045”.

“Tujuan Pembangunan itu mesti bisa menjadi satuan yang terkoneksi satu sama lain, termasuk kita sedang menggalakkan hortikultura di lahan yang ada di Sulsel, yang basicnya green ekonomi“ paparnya. 

Bahtiar juga menjelaskan, pemanfaatan perairan juga menjadi salah satu kekuatan dan potensi wilayah yang dimiliki sulsel saat ini. 

“Kita punya letak geografis yang strategis, tentu kalau perairan dikelola dengan baik tentu juga dengan perawatannya akan menjadi kekuatan ekonomi biru. Otomatis pembangunan juga akan kuat jika alamnya mendukung,“ ujarnya.

Ia melanjutkan, terkait dengan para investor yang ingin berinvestasi di sulsel usah ragu berdiskusi dengan Komite Ekonomi Sulawesi Selatan (KESS). 

"Saya atas nama pemerintah Provinsi bersama dengan pemda se-Sulsel sudah memberikan otoritas kepada tenri abeng untuk (bisnis dan investasi, red) pun dengan keputusan DPRD Sulsel sama dengan keputusan gubernur Sulsel sama dengan pemprov sulsel,” papar Bahtiar.

Bahkan kata dia,  Pemprov Sulsel tak berdiri sendiri untuk menentukan arah dan pengawasan pembangunan di sulsel,  juga melibatkan stakeholder lainnya, termasuk DPRD Sulsel. 

“"Kita memberikan kewenangan DPRD Sulsel dan KESS untuk mengendalikan  pembangunan ekonomi sulsel kedepan, Jadi untuk investor jangan ragu-ragu berdiskusi dengan beliau, " pungkasnya. 

Untuk Informasi, Komite Ekonomi Sulawesi Selatan (KESS) merupakan organisasi yang baru saja dibentuk Pemprov Sulsel. (Abu/B)

  • Bagikan

Exit mobile version