Sambut Bisnis Properti Cerah di 2024, Harga Rumah Subsidi Naik Hingga Rp240 Juta

  • Bagikan
ILUSTRASI rumah subsidi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Harga rumah subsidi di 2024 mengalami kenaikan dari rentan harga Rp166 juta hingga Rp240 juta.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 689/KPTS/M/2023. Menurut ketentuan Menteri PUPR, harga ini berlaku per 1 Januari 2024.

Kenaikan harga ini sejalan dengan Batasan Luas Tanah, Luas Lantai dan Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak Dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

Khusus di area Sulawesi, harga rumah subsidi naik menjadi Rp 173 juta, dari yang sebelumnya Rp168 juta. Wakil Ketua Bidang Humas Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Usman Genda membenarkan hal tersebut.

"Untuk harga subsidi di Sulsel naik sekitar 3 persen dari harga sebelumnya," ujarnya, Selasa (16/1/2024).

Menurut Usman, kenaikan ini sebelumnya telah disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga katanya, dia tetap optimis sektor properti di 2024 tetap cerah.

"Meski ada kenaikan harga, kami optimis hal tersebut tidak mempengaruhi minat pembeli. Karena harga tersebut terjangkau dan efektif," pungkas dia.

Dia menambahkan, REI Sulsel menargetkan pembangunan rumah subsidi pada tahun 2024 sebanyak 25 ribu.

Sejalan dengan itu, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap optimis tetap menggeliat meskipun harga rumah subsidi naik.

Ketua Apersi Sulsel, Yasser Latief mengapresiasi pemerintah yang telah melakukan penyesuaian harga rumah subsidi. Menurutnya, kenaikan ini terbilang wajar karena harga material bangunan juga telah mengalami kenaikan.

“Ini sudah tiga tahun tidak pernah ada kenaikan, artinya harga material sudah berkali-kali naik,” jelas dia.

Penyesuaian harga tersebut, sambung dia, tidak membuat rumah semakin mahal, karena tetap ada subsidi dari pemerintah.

“Ini masih terjangkau, dan tentu juga bisa menguntungkan pengembang, ketimbang tiga tahun ini tidak ada kenaikan harga. Penyesuaian harga ini membuat pengembang memberikan penawaran khusus, seperti misal promo gratis kanopi," jelasnya.

Namun demikian, Yasser tetap optimis bisnis properti tetap menggeliat selama 2024 meskipun harga naik.

“Tentu saja kita optimis (bisnis properti menggeliat), rumah tetap diserbu masyarakat karena ini subsidi, di mana pemerintah memberikan banyak kebijakan,” tutupnya. (Hikmah/B)

  • Bagikan

Exit mobile version