Dituduh Lakukan Malapraktik, Begini Penjelasan RS Bhayangkara Makassar!

  • Bagikan
Pihak RS Bhayangkara saat memberikan keterangan. (foto: isak)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar belakangan menuai sorotan publik menyusul dugaan malapraktik yang menimpa seorang pasien bernama Nurfitrianti, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Nurfitrianti pertama kali masuk ke RS Bhayangkara pada 16 April 2024 dengan keluhan demam. Namun hasil USG menunjukkan adanya batu empedu.

Pada 20 April, Nurfitrianti keluar dari rumah sakit namun kembali dirawat pada akhir Mei dengan keluhan sakit perut. Setelah di-USG, ditemukan kista empedu.

Sekitar tanggal 4-5 Juni, Nurfitrianti diperbolehkan pulang dan dijadwalkan untuk kontrol kesehatan pada 11 Juni serta USG pada 13 Juni 2024.

Namun, pada 12 Juni, Nurfitrianti kembali masuk RS Bhayangkara dengan keluhan sesak napas dan sakit perut.

Dokter menjadwalkan operasi pada keesokan harinya, namun operasi dilakukan pada pagi hari.

Menanggapi dugaan malapraktik tersebut, Sekretaris Komite Medik RS Bhayangkara, dr Ham F Susanto angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

dr Ham mengatakan, RS Bhayangkara pada dasarnya telah mengantongi akreditasi paripurna. Untuk itu, pihak RS telah melakukan berbagai langkah terkait dugaan malpraktik tersebut.

"Sebelumnya kami dari pihak RS mengucapkan belasungkawa buat keluarga Nurfitrianti, semoga almarhumah dapat diterima di sisi yang masa kuasa," kata dr Ham di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/7/2024) kemarin.

Adapun langkah yang diambil, lanjut dr Ham, pihaknya telah melakukan audit medik terkait dugaan malapraktik yang saat ini heboh dibicarakan tersebut.

"Kami (juga) melakukan klarifikasi audiensi dengan aliansi pemerhati kesehatan atau APK yang terdiri dari beberapa LSM," ungkapnya.

  • Bagikan