Desa Bontokanang Berhasil Raih Status Desa Mandiri: Inspirasi dari Sulawesi Selatan

  • Bagikan
Kepala Desa Bontokanang, Muhammad Setiawan.

TAKALAR, RAKYATSULSEL - Desa Bontokanang, sebuah desa di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, telah mencatatkan pencapaian luar biasa. Dengan luas wilayah 3,860 km² dan populasi sekitar 4.200 jiwa, desa ini berhasil bertransformasi menjadi salah satu desa mandiri di Indonesia pada tahun 2024.

Sebagian besar masyarakat desa ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan pertanian, menjadikan kedua sektor tersebut tulang punggung ekonomi desa. 

Peningkatan status Desa Bontokanang menjadi desa mandiri tak lepas dari Indeks Desa Membangun (IDM), alat ukur yang digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan desa.

IDM mengacu pada tiga aspek utama, yakni ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, serta ketahanan ekologi atau lingkungan. Desa Bontokanang berhasil meningkatkan skor IDM secara signifikan, mencerminkan kemajuan di berbagai sektor. 

Kepala Desa Bontokanang, Muhammad Setiawan, menyampaikan bahwa sejak tahun 2016 hingga 2021, desa ini masih berstatus berkembang.

Namun, sejak 2022 hingga 2023, statusnya meningkat menjadi desa maju. “Alhamdulillah, tahun ini target pemerintah desa tercapai. Bontokanang kini resmi menjadi desa mandiri,” ungkapnya dalam wawancara. 

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pengelolaan sumber daya desa yang optimal. Desa Bontokanang memiliki potensi luar biasa, mulai dari sektor perikanan dengan hasil tangkapan andalannya, yaitu cumi-cumi, hingga sektor pertanian dengan produksi jagung dan beras yang melimpah. Tak hanya itu, desa ini juga dikenal dengan produk kerajinan lokal seperti anyaman bubu yang bernilai ekonomis. 

Namun, desa ini tidak luput dari tantangan. Masalah limbah sampah dan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus perhatian pemerintah desa. Untuk mengatasinya, Desa Bontokanang meluncurkan berbagai inovasi, salah satunya adalah pembentukan Bank Sampah yang dikelola secara mandiri.

Bank Sampah ini tidak hanya membantu mengelola limbah secara efektif, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 

Sebagai langkah strategis, desa ini juga menerapkan masterplan pembangunan berbasis digital. Dengan pendekatan ini, Desa Bontokanang mengintegrasikan teknologi informasi dalam setiap tahap pembangunan.

“Konsep pembangunan kami berpusat pada teknologi digital berbasis online yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal. Tujuannya adalah menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” jelas Muhammad Setiawan. 

Kini, Desa Bontokanang menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Perjalanan panjang dari status berkembang hingga menjadi desa mandiri menunjukkan bahwa kolaborasi masyarakat, inovasi, dan perencanaan yang matang dapat menciptakan perubahan besar.

Dengan memadukan potensi lokal, teknologi, dan budaya, Desa Bontokanang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warganya tetapi juga membuktikan bahwa pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan. (Supahrin)

  • Bagikan

Exit mobile version