MAKASSAR, RAKYATSULSEL -- Chairman Fajar Group, H.M. Alwi Hamu akan dimakan hari ini, Minggu (19/1/2025) siang. Salah satu tokoh jurnalistik Indonesia itu rencananya akan dikuburkan di Pekuburan Keluarga Jusuf Kalla (JK), yang terletak di Jalan Ir Sutami, Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Jelang pemakaman pendiri Fajar Group itu, sejumlah tokoh terus berdatangan di rumah duka di Jalan Kapten Pierre Tendean Nomor 14, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Pantauan di rumah duka pukul 10.20 WITA, kolega almarhum Alwi Hamu yang hadir diantaranya Komisaris Utama Galesong Group Rizal Tandiawan, Wakil Bupati Kabupaten Soppeng terpilih sekaligus mantan anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle dan pengusaha property ternama di Sulsel, Arief Mone.
Ada juga Kepala LPS Makassar, Fuad Zain, Rektor Unifa, Muliyadi Hamid, dan mantan Rektor Unifa, Prof Sadly Abdul Djabar. Termasuk sejumlah direktur anak perusahaan Fajar Group juga hadir di rumah duka.
Kepergian legenda pers Indonesia, H. M. Alwi Hamu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya.
Kepala LPS Makassar, Fuad Zain saat diwawancara mengaku merasa sangat kehilangan. Hal tersebut diungkapkan Fuad usai melayat di rumah duka.
"Kami dari LPS perwakilan III mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya bapak H Alwi Hamu, chairman dari Group Fajar," ujar Fuad.
Dikatakan Fuad, Alwi Hamu merupakan sosok yang sangat inspiratif dalam membangun generasi muda yang berdampak.
"Beliau adalah sosok yang sangat inspiratif, selalu mengedukasi generasi muda untuk berusaha yang terbaik. Terutama buat kampung halaman beliau," tukasnya.
"Beliau saya kenal sebagai sosok yang terus membangun Sulsel dan menginspirasi saya secara pribadi," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Kabar duka datang dari dunia pers nasional. H. M. Alwi Hamu, tokoh asal Sulawesi Selatan sekaligus Founder Fajar Group, meninggal dunia pada Sabtu (19/1/2025).
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Puri, Jakarta.
Semasa hidupnya, Alwi Hamu dikenal sebagai sosok yang bersahabat dan memiliki dedikasi tinggi di dunia jurnalistik.
Lahir di Parepare pada 28 Juli 1944, Alwi telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia pers sejak usia muda. Saat masih SMP dan SMA, ia sudah menerbitkan majalah stensilan.
Ketika menjadi mahasiswa, Alwi aktif dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Jusuf Kalla. Kreativitasnya melahirkan buletin HMI di Makassar yang diberi nama IDJO itam BERDJUANG.
Pada 1966, keduanya terlibat dalam gerakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan bahkan mendirikan surat kabar "KAMI", dengan Jusuf Kalla sebagai ketua dan Alwi Hamu sebagai sekretaris. (isak Pasa'buan/B)