MAKASSAR, RAKYATSULSEL – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, akan segera mengakhiri masa jabatannya dalam waktu kurang dari sepekan. Ia akan digantikan oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih periode 2025-2030, Munafri Arifuddin (Appi) dan Aliyah Mustika Ilham, yang dijadwalkan dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 mendatang.
Danny Pomanto, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Makassar. Ia menilai pencapaian kota Makassar bukan hanya hasil dari pemerintahannya, tetapi juga kesinambungan dari pemerintahan sebelumnya.
"Dari hati yang paling dalam, saya dan Ibu Indira ingin menyampaikan terima kasih. Tidak mudah bekerja bersama selama 9 tahun ini. Kota Makassar hari ini bukan hanya hasil dari pemerintahan kami, tetapi juga dari pemerintahan sebelumnya. Banyak program yang kami lanjutkan dan kembangkan," kata Danny.
Danny juga menyoroti berbagai inovasi yang telah dilakukan selama masa kepemimpinannya, salah satunya di sektor kesehatan. Ia mengklaim Makassar menjadi rujukan nasional dalam beberapa program kesehatan, termasuk inovasi yang menginspirasi kebijakan di kota-kota lain di Indonesia.
Meski begitu, Danny menyadari bahwa gaya kepemimpinannya yang tegas dan lugas mungkin pernah menyinggung beberapa pihak.
"Saya ini anak lorong, suaranya besar. Saya orang yang bicara langsung, tidak ada yang disimpan-simpan. Mungkin ada yang tersinggung, saya dan Ibu Indira mohon maaf. Tapi tidak pernah ada dendam, semua demi kemajuan kota ini," ujar Danny.
Menjelang transisi kepemimpinan di Pemkot Makassar, Danny berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat memberikan informasi yang lengkap kepada pemimpin baru agar program pembangunan kota tetap berkelanjutan.
"Saya berharap transisi ini berjalan lancar. Mari kita sampaikan informasi selengkapnya agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru bisa lebih mudah dalam menyusun RPJMD yang akan membawa Makassar ke arah yang lebih baik," pungkas Danny. (Shasa/B)