Achmad Rizaldi Mallombasi Resmi Dinobatkan sebagai Karaeng Sanrobone XXXIII

  • Bagikan
Achmad Rizaldi Mallombasi Daeng Kilo (Baju Biru)

TAKALAR, RAKYATSULSEL – Achmad Rizaldi Mallombasi Daeng Kilo resmi dinobatkan sebagai Karaeng Sanrobone XXXIII dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat dan meriah di Balla Lompoa Sarraka, Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum DPP dan DPD Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan XIX, raja-raja se-Nusantara, unsur Forkopimda, Ketua DPRD, keluarga besar Karaeng Sanrobone, serta masyarakat yang antusias menyaksikan prosesi sakral tersebut.

Penobatan Karaeng Sanrobone XXXIII mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Takalar, termasuk pemerintah setempat. Hadir dalam acara ini Kepala Desa Sanrobone dan Camat Sanrobone, Asraruddin Muis, yang menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya atas berlangsungnya prosesi tersebut.

"Sebagai pemerintah setempat, tentu kami mendukung seluruh kegiatan positif di Kecamatan Sanrobone. Penobatan ini menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat Sanrobone," ujar Asraruddin Muis.

Ketua Umum DPP Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, YM Brigjen Pol (P) A.A. Mapparessa, dalam sambutannya berpesan agar Karaeng Sanrobone yang baru tetap menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat.

"Sebagai pemangku kerajaan, sudah sepatutnya Karaeng Sanrobone mengambil peran penting dalam pelestarian budaya serta menjaga marwah adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan XIX, Andriay, menekankan pentingnya peran Karaeng Sanrobone dalam melestarikan Benteng Sanrobone, yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

"Kami berharap Karaeng Sanrobone yang baru dapat terus berperan aktif dalam pelestarian, pemertahanan, serta penghormatan terhadap nilai sejarah Benteng Sanrobone sebagai warisan budaya yang berharga bagi masyarakat dan generasi mendatang," ujarnya.

Penobatan ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Sanrobone dalam menjaga eksistensi nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Dengan kepemimpinan Karaeng Sanrobone yang baru, diharapkan warisan budaya ini tetap lestari dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Hikmah/A)

  • Bagikan