Prof. Fadjry juga menghadapi tantangan bencana banjir pada awal Februari yang melanda beberapa wilayah, termasuk Makassar, Maros, Gowa, dan Pangkep. Ia memastikan respons cepat dari tim tanggap darurat dalam memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Menjelang akhir masa jabatannya, Prof. Fadjry mengaku banyak belajar dari interaksi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di Sulsel. “Saya asli Sulawesi Selatan, tetapi pengalaman ini berbeda. Saya belajar bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, harus bisa menjadi bawahan yang baik terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia berharap kehadirannya dalam masa transisi dapat membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih dalam menjalankan program-programnya.
“Terima kasih atas penerimaan masyarakat Sulsel sejak saya bertugas. Saya berharap program yang telah kami rancang dapat dilanjutkan demi kemajuan Sulawesi Selatan,” tutupnya. (Hikmah/B)