Waspada Pemilih “Siluman”

  • Bagikan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Pemungutan suara ulang (PSU) di Pemilihan Wali Kota Palopo akan menyedot perhatian publik di Sulawesi Selatan, sebagai satu-satunya daerah yang harus mengulang proses pilkada.

Kontestasi yang akan sarat dengan kerasnya perebutan kekuasaan tersebut akan dihelat pada 24 Mei mendatang. Sejumlah kekhawatiran pun mengiringi tahapan yang tengah berlangsung saat ini. Salah satunya, potensi adanya mobilisasi calon pemilih dari wilayah yang berbatasan dengan Kota Idaman tersebut.

Kecurigaan terhadap adanya pemilih "siluman" telah dibaca oleh ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan, Hasbullah. Dia mengatakan, pihaknya telah mewanti-wanti adanya pergeseran pemilih dari daerh lain masuk ke Kota Palopo untuk melakukan pencoblosan.

Hasbullah menegaskan, menjadikan case itu sebagai salah satu fokus utama. "Kami meningkatkan kewaspadaan mengenai ha itu (pemilih siluman). Apalagi kaitan dengan mobilisasi pemilih jelang hari H, maka KPU-Bawaslu intens koordinasi," ujar Hasbullah, Selasa (25/3/2025).

Hasbullah mengatakan, meski potensi pemilih siluman itu kecil terjadi, namun, kata dia, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Apalagi kemungkinan-kemungkinan terjadi terutama bagi pemilih yang memiliki jarak cukup jauh ke TPS.

"Ini akan ada pengawasan khusus bagi wilayah yang jarak pemilih jauh dengan TPS sebab rawan terjadinya mobilisasi oleh tim sukses dan terjadi politik uang," ujar dia.

Hasbullah berpandangan, kesuksesan pemilihan salah satunya ditentukan oleh padunya kinerja penyelenggara, KPU serta Pengawas. Oleh sebab itu, pentingnya persamaan persepsi dan pemahaman terkait tugas dan pekerjaan di wilayah kerjanya masing-masing.
Begitu juga, PPK dan Panwascam sejak dini juga harus sudah berkoordinasi untuk menghindari terjadinya hal yang bisa saja terjadi di tingkat bawah, terutama pada tahapan pemungutan hingga rekapitulasi.

"Kami KPU provinsi dan Kota Palopo mengimbau kepada generasi muda dan pemilih luar daerah harus bisa menjadi pemilih cerdas, jangan mau dimobilisasi dalam memilih calon," ujar Hasbullah.

  • Bagikan

Exit mobile version