PAREPARE, RAKYATSULSEL – Pemerintah Kota Parepare mencatat sejarah baru dengan mencairkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih awal dari jadwal biasanya. Langkah ini pertama kali dilakukan di era kepemimpinan Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid (TSM) sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pegawai sekaligus strategi mendukung perputaran ekonomi menjelang Lebaran.
Biasanya, gaji ASN dibayarkan setiap tanggal 1 bulan berjalan, bahkan bisa mengalami keterlambatan jika bertepatan dengan cuti bersama atau kendala administrasi. Namun, tahun ini, untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Parepare memastikan pencairan dilakukan lebih cepat agar para ASN dapat memenuhi kebutuhan keluarga sebelum Hari Raya Idulfitri.
"Kami ingin memastikan ASN di Parepare dapat mempersiapkan kebutuhan Lebaran lebih baik, tanpa harus menunggu tanggal 1 seperti biasanya. Kali ini, cair pertanggal hari ini, 28 Maret 2025 tiga hari jelang lebaran,” terang dia.
“Di samping untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan, ASN juga bisa menggunakan gajinya untuk membayar zakat,” harap Ketua NasDem Parepare ini.
Percepatan pencairan gaji ASN ini juga lanjut Tasming, akan berdampak positif pada ekonomi lokal, “Karena jika pegawai membelanjakan gajinya lebih awal, perputaran uang di Parepare meningkat, yang juga menguntungkan masyarakat, terutama para pedagang," lugas Wali Kota termuda di Parepare ini.
Keputusan ini menjadi langkah strategis, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tekanan inflasi menjelang Lebaran.
Berdasarkan tren tahunan, harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan menjelang hari raya akibat meningkatnya permintaan. Dengan pencairan gaji lebih awal, ASN memiliki kesempatan untuk membeli kebutuhan lebih cepat sebelum harga semakin melonjak.
Dampak lebih luas juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Parepare. Dengan adanya tambahan daya beli dari ASN, transaksi di pasar tradisional, toko sembako, dan pusat perbelanjaan diprediksi meningkat. Hal ini secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta menjaga stabilitas keuangan para pedagang kecil di kota ini.
Yang menarik, kebijakan ini tetap dijalankan tanpa adanya pemangkasan anggaran ASN, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Keputusan ini menunjukkan komitmen TSM dalam menyeimbangkan kebutuhan pegawai dan ekonomi daerah, terutama dalam momen penting seperti menjelang Idulfitri.
Kebijakan ini pun mendapat respons positif dari para ASN di Parepare. Mereka merasa terbantu karena bisa lebih leluasa mengatur pengeluaran tanpa harus menunggu gaji di awal bulan. "Ini sangat membantu, terutama bagi kami yang harus menyiapkan kebutuhan Lebaran lebih awal. Harapannya, kebijakan seperti ini bisa terus berlanjut," ujar salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.
Dengan adanya kebijakan ini, Parepare tidak hanya mencetak sejarah dalam hal pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga memberikan contoh bagaimana kebijakan yang berpihak pada pegawai dapat memiliki efek domino positif bagi perekonomian kota.
Percepatan pencairan gaji ASN bisa menjadi langkah yang menginspirasi daerah lain dalam mengelola keuangan daerah dengan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)