Saat ini jumlahnya mencapai 100 jenis. Kemudian berkembang dan diperluas dengan menghadirkan kue kering dan brownies sekitar 21 varian. Terakhir karena tingginya animo terhadap kue tradisional, maka Roti dan Brownies Daeng merambah pula ke kue tradisional.
"Untuk kue tradisional kebanyakan dipesan oleh orang yang ingin melakukan pertemuan, seminar bagi mahasiswa, workshop dan sebagainya. Sistemnya dikemas kotak dan costumer bisa memilih ingin diisi apa," jelasnya Ainina.
Penanggung Jawab Pembuatan Roti, Daeng Bundu menjelaskan setiap harinya khusus pesanan roti mencapai 1000 hingga 2000 pieces perhari. "Sejauh ini yang paling diminati roti Cream Cheese. Yang paling banyak permintaan ada di outlet Unhas dan Bandara," jelasnya
Daeng Bundu mengaku kadang keteteran menyiapkan pesanan utamanya yang dadakan, meski demikian ia bahagia Roti dan Brownies Daeng diminati masyarakat.
Ainina menceritakan, sekitar tiga tahun lalu saat Covid 19 menyerang, berbagai bisnis harus gulung tikar karena keterbatasan mobilitas. Roti dan Brownies Daeng berpikir keras untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan memutuskan bermitra dengan Rumah BUMN kala itu.
Bentuk kerja samanya adalah Rumah BUMN membantu mempromosi Roti dan Brownies Daeng secara online dan membantu mengelolah keuangan.
"Dimasa pandemi itu penjualan kami melalui online meningkat berkat bantuan promosi dari Rumah BUMN. Selain itu kami juga dibantu dalam mengelola keuangan dan pemasaran yang memudahkan tim finance kami dalam mengatur keuangan," tandasnya. (Hikmah/B)