Beringin di Sulsel Gaduh Sebelum Pesta

  • Bagikan
Ilustrasi

Terpisah, kader muda Golkar Sulsel lain menyebut sejumlah pernyataan Yusuf juga menandakan tidak pegang data.

“Soal gugatan di Mahkamah Partai Golkar misalnya. Kata siapa sudah pernah ditolak? Yang ada itu tidak disidangkan. Karena itu, pada Maret lalu, penggugat melayangkan surat mempertanyakan gugatan itu ke Mahkamah Partai. Makanya, kalau tidak paham, lebih baik kurangi dulu kekenyangannya baru bicara,” kata Nasruddin Upel

Upel menjelaskan, NH bersuara menyebut Golkar Sulsel perlu diselamatkan karena tidak solid itu adalah fakta. Dan, NH adalah tokoh Golkar yang selalu menjadi tempat berbagi para pengurus yang menyuarakan perpecahan kader Golkar di bawah kepemimpinan TP.

“Tapi memang biasanya yang begini tidak sanggup dilihat dengan jernih oleh orang yang kekenyangan,” tambah Upel.

Apalagi di internal DPD I Golkar Sulsel, soliditas itu memang barang langka di bawah kepemimpinan Taufan Pawe. “Jangan mau kelola partai seperti sedang mengelola harta warisan saja. Kalau Yusuf tidak melihat fakta ini, lalu matanya dipakai buat apa saja sebenarnya?”.

Upel membeberkan sejumlah kesalahan dalam mengelola partai yang dia yakini terjadi di depan mata Yusuf sendiri.

“Contohnya, mengambil keputusan tanpa melalui rapat pleno. Mulai dari Mem-PLT-kan sejumlah Ketua DPD I, menentukan alat kelengkapan DPRD Sulsel, daftar caleg yang kabarnya tiba-tiba sudah rampung. Semua keputusan itu hanya diputuskan dalam rapat pengurus 7 sampai 8 orang saja. Yusuf lebih tahulah aturan sebenarnya seperti apa,” terang Upel.

Ketua Golkar Takalar Pasang Badan Untuk TP...

  • Bagikan

Exit mobile version