Penyebab Kecanduan Nikotin yang Perlu Diwaspadai

  • Bagikan
“Paparan nikotin secara terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mengalami kecanduan nikotin. Sebab, nikotin dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia otak yang menimbulkan rasa senang.”

RAKYATSULSEL - Nikotin merupakan senyawa kimia organik golongan alkaloid yang dihasilkan secara alami oleh berbagai tumbuhan. Salah satunya seperti tembakau yang menjadi bahan baku utama pembuatan rokok. Nikotin merupakan senyawa yang dapat menyebabkan kecanduan atau adiksi. 

Nah, ketika seseorang mengalami kecanduan nikotin mereka akan ketergantungan, sehingga asupan nikotin pada tubuhnya perlu dipenuhi setiap hari. Jika pengidap kecanduan nikotin tidak memenuhinya, maka gejala sakau atau putus obat akan terjadi. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam gejala, seperti rasa gelisah yang berlebih. 

Sebagai salah satu senyawa yang dianggap sangat adiktif, penting untuk mengetahui apa penyebab kecanduan nikotin. 

Penyebab Kecanduan Nikotin 

Secara garis besar, penyebab utama kecanduan nikotin adalah kebiasaan merokok, vaping (menghisap rokok elektrik), dan menggunakan produk tembakau lainnya. Misalnya seperti nicotine patch atau tembakau kunyah. 

Nikotin yang terkandung dalam tembakau menyebabkan seseorang untuk terus memenuhi asupannya. Hal ini dikarenakan oleh mekanisme nikotin yang mencapai otak dalam beberapa detik setelah tembakau dihisap atau dikunyah. Di otak, nikotin akan meningkatkan pelepasan bahan kimia otak, yaitu neurotransmiter. Neurotransmiter sendiri berperan penting dalam tubuh untuk mengatur suasana hati dan perilaku. 

Ketika salah satu neurotransmitter yaitu dopamin dilepaskan di pusat otak, hal ini akan menyebabkan perasaan senang dan suasana hati yang lebih baik. Akibatnya, semakin banyak seseorang merokok atau mengisap produk tembakau lainnya, semakin banyak nikotin yang dibutuhkan agar dirinya merasa lebih baik. Ketika seseorang sudah kecanduan, maka nikotin dengan cepat menjadi rutinitas harian terkait kebiasaan dan perasaan seseorang. 

Sebagai contoh, ada beberapa situasi umum yang memicu keinginan merokok bagi para perokok, antara lain: 

  • Minum kopi atau istirahat di tempat kerja. 
  • Berbicara di telepon. 
  • Minum alkohol. 
  • Mengemudikan kendaraan (bosan di jalan). 
  • Menghabiskan waktu bersama teman. 

Untuk mengatasi ketergantungan nikotin, seseorang perlu menyadari pemicunya dan mendapatkan perawatan. 

Waspadai Efek Samping Kecanduan Nikotin

Selain nikotin, rokok diketahui mengandung banyak zat penyebab kanker, sekaligus sejumlah bahan kimia berbahaya lainnya. Perlu diketahui bahwa ada hampir 4.000 bahan kimia yang ditemukan dalam tembakau dapat menimbulkan efek samping pada fisik, mental, dan psikologis. 

Nah, kecanduan nikotin yang tidak segera ditangani, terutama akibat merokok, dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan yang serius, yaitu: 

  • Kanker paru-paru. 
  • Emfisema. 
  • Bronkitis kronis. 
  • Kanker, terutama pada sistem pernapasan. 
  • Leukemia. 
  • Penyakit jantung. 
  • Peningkatan risiko stroke. 
  • Diabetes.
  • Masalah mata, seperti katarak dan degenerasi makula. 
  • Infertilitas atau kemandulan. 
  • Risiko keguguran dan komplikasi kehamilan, seperti cacat lahir. 
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah. 
  • Mudah terserang pilek, flu, dan infeksi pernapasan. 
  • Kehilangan indra perasa atau penciuman. 
  • Risiko penyakit gusi dan masalah gigi. 
  • Munculnya tanda penuaan dini, seperti garis halus atau kerutan di wajah. 
  • Risiko penyakit ulkus peptikum. 
  • Meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. 

Selain perokok aktif, para perokok pasif juga dapat mengembangkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung ketika berkumpul dengan orang-orang yang sedang merokok.  Selain itu, anak-anak yang tinggal di rumah dengan perokok pasif lebih memiliki risiko seperti:

  • Sindrom kematian bayi mendadak. 
  • Asma. 
  • Infeksi pernapasan. 
  • Infeksi telinga. 

Itulah penjelasan mengenai penyebab kecanduan nikotin yang perlu diwaspadai. Karena itu, sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya jangan pernah merokok.  Namun, jika kamu adalah perokok, segeralah hentikan kebiasaan tersebut. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar kecanduan nikotin atau mengalami keluhan medis setelah merokok, segeralah hubungi dokter. 


Referensi:
Halodoc.com
Healthline. Diakses pada 2022. Nicotine Addiction: What You Need to Know.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Nicotine dependence.

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli


  • Bagikan

Exit mobile version