Pahami Bahaya BPA yang Disebut Picu Kanker

  • Bagikan

JAKARTA, RAKYATSULSEL - Pernahkah Anda mendengar istilah BPA? Biasanya istilah ini banyak ditemukan di botol minuman plastik, kaleng makanan dan minuman. BPA kini menjadi perhatian dunia karena berkaitan erat dengan kanker.

Bisphenol A atau BPA menurut Prof.dr.Zubairi Djoerban merupakan senyawa yang berasal dari karbon (carbon-based) yang ada di lingkungan dan di jaringan tubuh manusia, karena pemakaian yang terlalu banyak di dunia ini.

BPA ini tidak memiliki warna dan tidak larut ke dalam air. Namun, manusia bisa terkena paparan BPA ini saat senyawa tersebut lepas dari wadag makanan, botol minum dan dental sealant (penutup pasta gigi).

Penyebabnya biasanya karna wadah plastik tersebut yang mengandung epoxy resin mengalami pemanasan dan pencucian berulang kali.

BPA disebut ada di selurub dunia dan saat ini menjadi perhatian karena fakta menyebutkan BPA berkaitan erat dengan endocrine signaling pathways meskipun pada dosis BPA yang amat rendah.

BPA sendiri mirip senyawa estrogen dan mengalami interaksi dengan reseptor estrogen alfa dan beta. Hal inilah yang menyebabkan perubahan pada proliferasi sel, apoptosis, ataupun migrasi. Ini juga berperan dalam terbentuknya kanker dan progresivitas dari kanker.

*Bahaya BPA

Dalam level genetik, BPA telah terbukti membawa dampak memudahkan kanker, multiple encogenic signaling pathways. Jadi Involve di Pathways berbagai macam seperti STAT3, MAPK, PI3K, dan AKT.

BPA berinteraksi dengan reseptor steroid, seperti reseptor androgen, dan karena itu mungkin sekali akan terkait dengan terbentuknya kanker prostat.

Lebih lanjut, BPA adalah senyawa Diphenyl clCompund yang mengandung dua Hydroxyl Groups. Posisi yang parah, membuatnya mirip dengan estrogen sintetik yaitu Diethylstilbestrol.

Hormon estrogen sendiri mempunyai sintetik namanya Diethylstilbestrol. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat mengaktivasi reseptor estrogen alfa dan beta.

Saat ini, ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa BPA mempunyai aktivitas yang menyerupai estrogen dan menunjukkan toksisitas di dalam organ reproduksi.

Dalam artian memiliki efek hambatan yaitu menghambat inhibitory effect pada pembentukan testosteron. Beberapa penelitian memang menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara BPA, paparan BPA, dan terbentuknya kanker-kanker terkait dengan hormon. Seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker ovarium, dan kanker endometrium. (Elva/Fajar).
(FAJAR)

  • Bagikan

Exit mobile version