Pengamat Politik Sebut Mantan Kepala Daerah Potensi Geser Petahana di Senayan

  • Bagikan
Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Beberapa mantan kepala daerah ikut bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang dan dipastikan ancaman bagi petahana.

Seperti diketahui kepala daerah yang masa jabatanya baru saja berakhir tahun ini dan akan maju pada Pileg 2024 nanti seperti, Muslimin Bando yang akan mengakhiri masa jabatanya pada akhir bulan ini, dia menatap DPR RI melalui PAN di Dapil Sulsel III.

Begitu juga ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe. Walikota Parepare ini akan maju di Dapil Sulsel II bersama mantan bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan mantan bupati Pangkep Syamsuddin Hamid hingga mantan Bupati Takalar Syamsari Kitta yang maju melalui Gelora.

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir mengatakan beberapa kepala daerah yang maju sebagai Caleg seperti di internal Golkar belum ada jaminan bagi petahana semuanya, khususnya di internal partai Golkar karena beberapa mantan kepala daerah ikut berkompetisi.

"Semuanya belum ada jaminan (petahana dan pendatang baru), karena saya lihat Caleg Golkar (Dapil Sulsel II DPR RI) memiliki elekortal yang tinggi terutama juga mantan kepala daerah," kata Suwadi Idris.

Suwadi menyebutkan Taufan Pawe, Andi Pashar, Syamsuddin Hamid hingga Nurdin Halid memiliki potensi untuk mengger petahana namun dipastikan partai Berlambang pohon beringin rindang ini mampu mempertahankan dua kursi.

"Kalau saya lihat Golkar masih berpotensi mempertahankan dua kursi di Sulsel II. Tinggal siapa yang meraih suara terbanyak," ucapnya.

Sementara Muslimin Bando sudah hampir dipastikan akan lolos karena menggatikan putranya di Sulsel III yakni Mitra Fachruddin dan bisa dikatakan Sulsel III di internal PAN tidak ada.

"PAN Muslimin kan tokoh Enrekang dan Muhammadiyah, saya kira dia mampu jalan mulus, apalagi kompetitor internal PAN hanya seperti Pileg 2019 lalu," ucapnya.

Adapun Syamsari yang maju di Sulsel I, kata Suwadi, partai Gelora harus bekerja lebih dulu bagaimana bisa lolos ambang batas 4 persen. Jika mampu lolos ambang batas baru Gelora bisa diperhitungkan lolos.

Namun melihat Syamsari di Dapil Sulsel I DPR RI dia harus berjuang  lebih kerja karena kinerjanya saat menjadi Bupati tidak terlalu bagus.

"Gelora harus lolos dulu ambang batas. Tapi saya lihat di Gelora ini hanya papan tengah kalau mampu meraih kursi palingan dia perebutkan kursi terakhir karena kita lihat Caleg-caleg partai lain yang memiliki tokoh," jelasnya.

Sebelumnya, Manager Strategi Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam mengatakan  Pertarungan di internal partai Golkar di daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II untuk DPR RI sangat sengit. Dimana sejumlah tokoh potensial berpotensi menggeser dua kandidat petahana yakni Suprisya dan Andi Rio Idris Padjalangi.

Mulai dari wakil ketua Umum (Waketum) Golkar Nurdin Halid, ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe, hingga mantan bupati dua periode, Andi Fahsar M. Padjalangi dan Syamsuddin Hamid

Nursandy Syam mengatakan komposisi bacaleg Golkar di dapil Sulsel II terbilang sangat kompetitif.

"Hadirnya Nurdin Halid dan Taufan Pawe membuat petahana Andi Rio Padjalangi dan Supriansa tak bisa bersantai jika kembali ingin terpilih," katanya.

Dirinya menyebutkan bagi Golkar tentu menjadi keuntungan memiliki bacaleg yang kompetitif tapi potensi gesekan di internal menjadi besar. "Aroma persaingan di dalam lebih terasa," singkatnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan

Exit mobile version