Siapkan Pelatihan Ecoprint Gratis, SDY Ingin Ibu-ibu Lumpangan Punya Bisnis Rumahan 

  • Bagikan
Calon Legislatif DPRD Sulsel Dapil IV dari Partai Nasdem Sri Dewi Yanti (SDY) melakukan pertemuan tatap muka di Lumpangan, Kecamatan Pajukukang.

BANTAENG, RAKYATSYLSEL.CO - Calon Legislatif DPRD Sulsel Dapil IV dari Partai Nasdem Sri Dewi Yanti (SDY) melakukan pertemuan tatap muka di Lumpangan, Kecamatan Pajukukang, Selasa (9/1). Ratusan masyarakat Lumpangan tampak antusias untuk bertatap muka dengan istri Bupati Bantaeng periode 2018-2023, Ilham Azikin ini.

Dalam kesempatan itu, Sri Dewi Yanti mengaku ingin agar ibu-ibu rumah tangga di Lumpangan bisa memiliki usaha. Sehingga, Lumpangan bisa menjadi lebih produktif di banding hari-hari biasa. Salah satunya dengan cara membuat pelatihan Ecoprint dan membuat kain Shibori.

"Saya siapkan pelatihan gratis. Tetapi setelah pi pemilu, dih," kata Sri Dewi Yanti dalam kampanye nya.

Calon Doktor komunikasi Unhas ini mengatakan, kebutuhan akan kain shibori dan ecoprint ini akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Terutama di moment lebaran. "Pasti kita semua butuh baju baru. Pasti banyak yang akan beli. Nanti kita bantu promosikan," kata dia.

Dia berharap, bantuan pelatihan ini bisa meningkatkan nilai untuk ibu-ibu di Lumpangan sekaligus menjadikan Lumpangan sebagai daerah sentra produk UMKM di Pajukukang. "Dari pada tidak ada ji dikerja kalau sore. Lebih baik kita produksi kain Shibori," jelas dia.

Dia menambahkan, pelatihan itu akan dilaksanakan setelah masa Pemilu selesai. Dia menyebut, instruktur pelatihan dan bahan untuk pelatihan semua dibantu oleh dirinya secara pribadi. "Saya yang bantu. Semua pelatihan dilaksanakan gratis," kata dia.

Ecoprint dan Shibori adalah teknik batik kain Indonesia. Teknik batik seperti ini sedang digemari oleh banyak penggemar batik di Indonesia. Ecoprint dibuat dengan pewarna ramah lingkungan. Sedangkan Shibori dibuat dengan teknik khusus yang mengandalkan ikatan dan celupan. Motif yang dihasilkan kedua teknik ini seringkali tak jauh berbeda dengan batik, meskipun dari segi pengerjaan lebih mudah dan sederhana. 

Tokoh masyarakat Lumpangan, Nur Alam mengatakan, apa yang diinginkan oleh Sri Dewi Yanti ini adalah sebuah cita-cita mulia yang ingin memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Lumpangan. Dia berharap, pelatihan ini bisa secepatnya digelar. 

"Tentu kita semua ingin baju yang bagus di hari lebaran," kata dia. 

Dia menambahkan, bantuan secara pribadi ini adalah bentuk keinginan Sri Dewi Yanti yang tulus untuk melihat kebaikan masyarakat Lumpangan. "Kalau ibu-ibu di daerah ini sejahtera semua, tentu derajat sosial masyarakat Lumpangan bisa lebih baik lagi," kata dia.

Semasa menjadi Ketua TP PKK Bantaeng, Sri Dewi Yanti memang dikenal sebagai tokoh perempuan yang tidak berjarak dengan masyarakat Bantaeng. Bukan hanya sekedar janji semata, dia telah ikut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Mulai dari pelatihan, bantuan, pemeriksaan kesehatan dan penanganan stunting yang intens kepada masyarakat yang membutuhkan. (Jet)

  • Bagikan

Exit mobile version