Polisi Berhasil Amankan Pelaku Rudapaksa di Toraja 

  • Bagikan
Terduga rudapaksa (kemeja merah) saat diperiksa penyidik di Mapolres Tator.

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL - Kasus persetubuhan anak di Toraja terus bertambah, sigap kembali unit Resmob Polres Tana Toraja (Tator) amankan seorang laki-laki S atau PS (45 tahun) pelaku yang diduga melakukan rudapaksa ponakannya sendiri yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Umum (SMU). 

Dimana PS berhasil diamankan yang merupakan seorang petani dan warga kecamatan Masanda kabupaten Tana Toraja (Tator) tersebut telah diamankan sejak Sabtu, 5 Februari 2024.

Menurut Kapolres Tator, AKBP Malpa Malacoppo, melalui Kasat Reskrim AKP S. Ahmad Aidid, kepada media  mengatakan bahwa menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan PS dan sedang menjalani proses pemeriksaan penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Mapolres Tator. 

Dikatakan Ahmad bahwa berdasarkan pengakuan korban bahwa PS pada bulan Mei 2023 malam hari sekitar pukul 23.30 WITA di dalam kamar ponakannya, di Kecamatan Rantetayo, Tator, kemudian memaksa korban untuk melakukan hubungan badan selayaknya suami isteri hingga berulang kali, dan hal ini berlangsung hingga bulan Juni 2023. 

Lebih lanjut dijelaskan Ahmad bahwa pihaknya telah memeriksa saksi dan juga pelaku telah mengakui perbuatannya.

"Terduga pelaku saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan, berdasarkan hasil keterangan saksi saksi termasuk saksi korban dan pernyataan pelaku sendiri, ia mengakui perbuatannya yaitu menyetubuhi ponakannya sendiri secara paksa sejak bulan Mei tahun 2023 layaknya suami isteri dan berlanjut ke Juni 2023 lalu," jelas Ahmad. 

Ditambahkan Ahmad bahwa PS dikenakan undang - undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yakni persetubuhan terhadap anak dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dengan adanya kasus tersebuylt Kapolres Tator, AKBP Malpa Malacoppo menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya kepada para orang tua untuk lebih waspada dan mengawasi secara ketat anak - anak agar tidak mengalami hal yang serupa.

"Masalah ini tidak boleh dipandang sebelah mata, peran serta seluruh elemen masyarakat khususnya para orang tua sangat penting, tetap waspada tingkatkan pengawasan terhadap anak - anak kita, sehingga terhindar dari hal - hal yang tidak diinginkan," himbau Malpa Malacoppo. (Cherly)

  • Bagikan

Exit mobile version