Caleg di Sinjai Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Terhadap Mantan Kekasihnya

  • Bagikan
ILUSTRASI

"Tiga hari sebelum pemilihan, saya melihat banyak foto AA dengan perempuan lain, meskipun saya sudah putus dengan AA. Jadi, saya pergi ke Sinjai untuk memastikan dan saya menemukan mereka di rumah. Kami bertengkar, AA menarik tanganku, menendang kakiku, memukul kepalaku dengan sendal, dan mendorong saya. Akibatnya, saya mengalami memar di beberapa bagian tubuh," jelasnya, Rabu (21/2/2024).

Perlakuan seperti ini tidak dapat dibenarkan dari segi etika maupun kemanusiaan, terlebih lagi seorang caleg yang diharapkan akan menjadi wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat di dapilnya.

AI melaporkan kejadian ini ke Polres Sinjai dengan harapan agar kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.

"Saya tidak dapat menerima perlakuan kasar seperti ini, itulah mengapa saya melaporkannya ke polisi agar kasus ini dapat diproses. Saya merasa sangat sakit," ujar mahasiswi Fakultas Hukum tersebut.

Sementara itu, AA membantah tuduhan yang dialamatkan padanya oleh korban. Menurutnya, dia tidak melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap AI.

"Tidak benar bahwa saya melakukan kekerasan terhadap AI. Saya hanya menghalanginya karena dia melakukan kerusakan di tempat tinggal dan mobil saya," bantah caleg potensial yang akan dilantik pada bulan September mendatang.

Dia menegaskan bahwa tidak ada kekerasan fisik sama sekali. Dia hanya menghalangi AI dengan menahan tangannya karena dia terus memberontak dan merusak barang.

"Dia melemparkan barang-barang di dalam kamar dan ke mobil, dan dia ingin terus melempar, itulah sebabnya saya menghalanginya. Tidak ada pemukulan atau kekerasan," tegasnya. (Yadi/A)

  • Bagikan