Dua Petahana Dapil Sulsel III Tumbang

  • Bagikan
Logo Panitia Pemilihan Kecamatan. Ist.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Dua petahana DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel III dinyatakan tumbang pada Pemilu 2024 ini.

Dua petahana itu masing-masing, Dhevy Bijak dari Demokrat. Dia dikalahkan pendatang baru Frederik Kalalembang di internal segitiga mercy.

Kemudian petahana lainnya adalah Sarce Bandaso Tandiasik dari PDIP. Bahkan PDIP harus kehilangan kursinya di dapil Sulsel III di DPR RI.

Data tersebut diambil dari hasil perolehan suara pemilu legislatif dihimpun berdasarkan formulir D1 di kabupaten/kota. Formulir D adalah formulir pemberitahuan tertulis kepada masyarakat.

Dapil Sulsel III meliputi Kabupaten Enrekang, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara. Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo. Memperebutkan 7 kursi.

Sementara dua caleg pendatang baru berhasil melenggang ke DPR RI periode 2024-2029. Keduanya, yakni Unru Baso dari Gerindra dan Muslimin Bando dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Partai NasDem menjadi jawara dengan meraih total 389.947 suara. Partai besutan Surya Paloh ini berhak mengiri dua kadernya ke kursi parlemen.

Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse Mappasessu (RMS) berhak menempati kursi pertama. Mantan Bupati Sidrap dua periode itu unggul 161.301 suara.

Sedangkan, caleg petahana NasDem lainnya, Eva Stevany Rabata menempati kursi kelima. Jumlah perolehan suaranya sebanyak 73.910.

Gerindra pun tak ketinggalan dengan mengamankan dua kursi. Ini adalah pertama kalinya Gerindra mendapat dua kursi di Dapil Sulsel III.

Pemilu 2019 lalu, La Tinro La Tunrung satu-satunya caleg Gerindra yang lolos di Dapil Sulsel III. Kursi kedua pun berhak ditempati Gerindra dengan capaian 313.615 suara.

Di mana caleg pendatang baru, Unru Baso meraih suara terbanyak di internal Partai Gerindra. Suara pribadi Unru Baso sebanyak 88.683.

Sementara itu, La Tinro La Tunrung berhak menduduki kursi keenam.Jumlah perolehan suara Gerindra di kursi keenam mencapai 104.538. Sementara La Tinro memperoleh sebanyak 73.600.

Kursi ketiga ditempati Partai Golkar. Pemilu sebelumnya, Golkar menduduki kursi kedua setelah NasDem.

Kala itu, Golkar meraih 227.151 dan Nasdem 262.589. Kini, Golkar harus mengakui keunggulan NasDem dan Gerindra.

Petahana Golkar, Muhammad Fauzi kembali mendominasi keunggulan di internal partai berlambang pohon beringin.

Suami dari Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini memperoleh 96.729 suara. Total suara Golkar mencapai 254.365.

Kursi keempat ditempati Partai Demokrat dengan perolehan 158.375. Frederik Kalalembang berhak melenggang ke DPR Senayan setelah mengalahkan Devy Bijak.

Devy Bijak hanya mampu mengumpulkan 45.160 suara. Sedangkan Frederik Kalalembang unggul 51.664.

Kursi kelima ditempati Partai NasDem dengan perolehan 129.982 dari hasil pembagian tiga. Kursi keenam direbut Partai Gerindra dengan perolehan 104.538.

Suara La Tinro La Tunrung unggul ketimbang Ketua Gerindra Pinrang, Ahmad Abdy Baramuli. Suara Abdy Baramuli hanya 68.477 suara. Sementara perolehan suara pribadi La Tinro mencapai 73.600.

Kursi ketujuh direbut Partai Amanat Nasional (PAN), sebanyak 101.430. Menempatkan mantan Bupati Enrekang Muslimin Bando pada kursi terakhir.

Ayah kandung dari anggota DPR RI Mitra Fakhruddin ini memperoleh suara terbanyak di internal PAN. Muslimin Bando mengantongi 78.578 suara pribadi.

PAN dan PDIP sejatinya sempat saling mengejar kursi terakhir atau ketujuh. Namun setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) 9 Kabupaten/kota telah melakukan penghitungan suara, PAN akhirnya lebih unggul dibandingkan PDIP. (Fajar/*)

  • Bagikan

Exit mobile version