Anak Kepala Daerah Tak Lolos di Pileg, Direktur IPI Sulsel Ungkap Penyebabnya

  • Bagikan
Direktur Eksekutif Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL -  Beberapa putra kepala daerah di Sulsel sudah dipastikan tidak lolos ke parlemen setelah kalah bersaing di internal partai mereka dalam Pemilu 2024.

Seperti Putri Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Andi Inas Utami Muchtar (Caleg Gerindra Dapil Makassar A) Putra mantan Bupati Wajo Amran Mahmud, Achmad Muflih Insani (Caleg PAN Dapil 8 Sulsel) dan putra mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang, Arham Basmin (Caleg Nasdem Dapil 11 Sulsel)

Direktur PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan pengaruh bupati sangat berpengaruh di Pileg jika dia sukses membangun daerah mereka dan kepala daerah tersebut berlatarkan berlang petarung.

“Kalau bupati berlatang belakang petarung dia tidak hanya memerintahkan anak buahnya, misalnya kepala dinas hingga kepala desa dia mintai membantu anaknya dengan menyiapkan ongkos politik. Ini tidak ada alasanya anaknya tidak bisa duduk,” katanya.

Tapi ada juga bupati hanya menyuruh bawahannya untuk membantu anaknya tapi tanpa ongkos politik. Sementara masyarakat saat ini sudah mulai pragmatis disetiap Pileg.

“Ini membuat anaknya tidak terpilih karena bawahan juga memiliki keterbatasan mengkampanyekan. Palingan hanya ada pada lingkup keluarganya saja dia tidak bisa melebar keluar karena masyarakat saat ini sudah cerdas dan berani beda pilihan dengan aparatur desa jika dia dipaksa,” ujarnya.

Dirinya memberikan contoh bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf yang dikenal sebagai petarung, namun dia tidak serius untuk menjadikan anaknya sebagai anggota DPRD, sekiranya dia serius pasti dia akan memilih Dapil Sulsel 5 Bulukumba-Sinjai. Tapi putrinya Andi Inas Utami Muchtar maju di Dapil Sulsel 2 atau Makassar B.

  • Bagikan

Exit mobile version