Golongan Darah A Berisiko Kena Stroke, Ini Penjelasannya

  • Bagikan
golongan darah berita kesehatan rakyatsulsel
foto:freepik

RAKYATSULSEL - Risiko stroke dini ternyata dapat ditentukan oleh golongan darah. Stroke adalah suatu kondisi aliran pembuluh darah ke otak tersumbat atau juga pecah.

Penelitian mengungkapkan seseorang dengan golongan darah A, 16 persen lebih mungkin mengalami stroke sebelum usia 60 tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki golongan darah lain.

Para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menemukan bahwa golongan darah tertentu dapat memicu stroke iskemik pada orang dewasa paruh baya.

“Jumlah orang dengan stroke dini meningkat. Orang-orang ini lebih mungkin meninggal karena peristiwa yang mengancam jiwa, dan mereka yang selamat berpotensi menghadapi disabilitas selama puluhan tahun,” kata penulis pertama Dr Steven J. Kittner.

Metode Penelitian

Selama penelitian, tim akademisi menganalisis genetika sekitar 600 ribu orang dewasa yang sehat dan 17 ribu peserta yang pulih dari stroke. Mereka menemukan bahwa orang dewasa dengan golongan darah A yakni 16 persen lebih mungkin mengalami stroke dini dibandingkan dengan mereka yang memiliki golongan darah lain.

Selain itu, mereka menemukan bahwa orang dengan golongan darah B juga berisiko terkena stroke awal dan akhir dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O.

Rekan peneliti dr Braxton D. Mitchell mengatakan meta-analisis mereka melihat profil genetik orang dan menemukan hubungan antara golongan darah dan risiko stroke dini.

Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa orang dewasa dengan golongan darah A juga lebih mungkin menderita trombosis vena dalam.

Menurut para akademisi, orang dengan golongan darah A tidak memerlukan pemeriksaan tambahan atau tes medis berdasarkan temuan ini.

Mengapa Golongan Darah A Lebih Berisiko?

Peneliti masih tidak tahu mengapa golongan darah A akan memberikan risiko yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah.

Misalnya trombosit dan sel yang melapisi pembuluh darah serta protein sirkulasi lainnya, semuanya yang berperan dalam perkembangan pembekuan darah.

“Kami jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk mengklarifikasi mekanisme peningkatan risiko stroke,” jelas dr Mark T. Gladwin

Penelitian ini menimbulkan pertanyaan penting yang memerlukan penyelidikan lebih dalam tentang bagaimana golongan darah yang ditentukan sebelumnya secara genetik dapat berperan dalam risiko stroke dini.

Hikmahnya, penelitian ini bisa mencegah seseorang dengan golongan A agar hidup lebih sehat sejak muda. Studi ini telah dipublikasikan di Neurology.

  • Bagikan

Exit mobile version