PKS Umumkan Jagoan Capres 2024, Begini Analisis Pengamat

  • Bagikan
Salinan surat pernyataan pengakuan utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno beredar. Anies berutang Rp92 miliar untuk Pilgub DKI 2017. (CNN)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengumumkan hasil Musyawarah Majelis Syura (MMS) VIII di Kantor DPTP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (23/2).

Hasil MMS ini terkait persiapan PKS menjelang Pemilu serentak 2024, baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada. Sudah terang-terangan nama yang diusung PKS di Pilpres adalah Anies Baswedan.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Naharuddin mengatakan, bicara mengenai dampak ketika mengusung Anies tentu ada plus dan minus. Misalnya saja, perebutan wakil di masing-masing partai. Seperti Demokrat usul AHY dan PKS ada Aher.

"Menurut saya, kalau usulan tidak terjadi maka tidak akan pernah terwujud ini koalisi sampai pertarungan pilpres," ujar Naharuddin, Jumat (24/2).

Kata dia, figur pendamping Anies tentu harus memiliki elektabilitas dan keterpilihan yang tinggi. "Tentu pendamping Anies harus mempunyai nilai jual tinggi," tutur pengajar Fisipol Unhas itu.

Bagi PKS sendiri, menurutnya, ketika hasil musyawarah majelis Syuro menetapkan Anies sebagai capres dampak positifnya harus mempelajari dan memetakan elektabilitas partai. Misalnya, usulan wakil dari PKS bisa memberikan sumbangsih besar terhadap elektabilitas tentu menjadi berkah dan efek positif.

"PKS selalu harus belajar dari kondisi yang dilakukan beberapa kali pencalonan pilpres," ungkapnya.

Sedangkan, Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia (PPI) Ras Md menilai ada tiga hal yang menjadi alasan PKS mendorong Anies sebagai Capres. Pertama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah figur antitesa rezim.

"Dari sejumlah figur yang ada, memang hanya Anies saja yang benar-benar tampil sebagai antitesa rezim Jokowi. PKS yang cukup konsisten berada diposisi partai oposisi selama ini memang menghendaki figur dengan persepsi seperti Anies," ungkap Ras.

Kedua, sambung dia, ada faktor kesamaan antara Anies dengan PKS dimana merepresentasikan figur religius nasionalis. "Faktor kedua ini menjadi magnet tersendiri bagi PKS sehingga tetap menjagokan ARB sebagai capres 2024. Dibandingkan dengan figur lain, Anies paling religius dari semua figur yang ada," tukasnya.

Ketiga, kata dia, kans Anies tampil sebagai pemenang Pilpres 2024 mendatang sangat terbuka. Artinya, aspek elektabilitas mantan Menteri Pendidikan itu menjadi daya pikat bagi partai politik.

"Kita lihat sejumlah survei nasional. Anies selalu berada dalam posisi yang baik," jelasnya. (Yadi/B)

  • Bagikan

Exit mobile version