Partai Buruh dan PKN Kerja Ekstra

  • Bagikan
SETOR DOKUMEN DCS. Pengurus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sulawesi Selatan saat menyetor dokumen daftar calon sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel beberapa waktu lalu. FAJRI/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Dua partai pendatang baru di Kota Makassar membutuhkan kerja ekstra pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang, yakni Partai Buruh dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Kerja keras kader mereka dibutuhkan untuk mendulang suara karena bakal calon legislatif (bacaleg) yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mencukupi 100 persen atau 50 Daftar Calon Sementara (DCS). Partai Buruh Makassar hanya 44 orang yang terdiri dari 22 perempuan dan 22 laki-laki. Sementara PKN cuma 35 orang meliputi 11 perempuan dan 24 bacaleg laki-laki.

Ketua Partai Buruh Makassar, Sartono Laode Mutu mengatakan, sebenarnya pihaknya telah menyetor 50 bacaleg. Hanya saja, ada beberapa orang terkendala dengan berkas yang belum memenuhi beberapa bacaleg. "Tapi ada masa perbaikan. Pada tahapan itu kami akan maksimalkan," ungkapnya saat dikonfirmasi Rakyat Sulsel, Jumat (26/5/2023).

Dia juga mengungkapkan bahwa bacaleg Partai Buruh Makassar itu didominasi perempuan. "Sebenarnya lebih banyak perempuan kalau data yang masuk sudah lengkap semua. Cuma tidak ditau apakah ada perubahan saat perbaikan nanti ini," jelasnya.

Sedangkan, Ketua DPC PKN Makassar, Siti Musdalifah tak menampik jika bacaleg yang disetor hanya 35 orang. Menurutnya, komposisi itu sudah maksimal karena telah memenuhi syarat kuota. "Karena kami mencari betul betul bersinergi dengan kami (partai buruh). Kami ajukan di setiap dapil rata rata 7 orang," katanya.

Dengan komposisi ini, kata dia, Partai Buruh Makassar optimis meraih minimal satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil). "Insyaallah kalau bisa satu dapil satu kursi. Itu dengan usaha yang maksimal. Itu harapan kami walaupun lebih dari satu, alhamdulillah," singkatnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan