Demokrat Sulsel Sebut Pertemuan Puan dan AHY Hanya Silaturahmi Biasa

  • Bagikan
BERBINCANG. (dari kiri) Ketua DPR RI, Puan Maharani saat menerima kunjungan Ketua DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu. (INT)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan mengajak Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu untuk melakukan dialog.

Salah satu alasanya sehingga PDIP melakukan langkah tersebut karena belum adanya keputusan Koalisi Perubahan menentukan pendamping Anies Baswedan.

Dengan demikian, Koalisi Perubahan berpotensi bercerai-berai sehingga komposisi kursi mereka belum cukup jika Demokrat berpaling.

Mengenai hal tersebut, Ketua OKK DPD Demokrat Sulsel, Muhammad Aslan mengungkapkan bahwa rencana pertemuan AHY dan Puan hanya silaturahmi biasa sesama elit partai.

Dirinya menilai, jika mereka bertemu, maka memberikan contoh baik kepada elit partai lain maupun generasi muda bahwa perbedaan pilihan politik bukan berarti bermusuhan.

"Tentu, kami syukuri adalah rencana pertemuan kedua tokoh muda Mbak Puan dan Mas AHY ini akan memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan merupakan angin segar bagi perpolitikan di Indonesia," ucapnya.

Terkait dengan potensi Demokrat akan pindah koalisi jika AHY tidak menjadi bakal calon wakil presiden Anies. Aslan menuturkan bahwa hal itu belum bisa dipastikan. Namun, kata dia, politik itu dinamis bisa berubah kapan saja.

Selain itu, lanjut Aslan, dirinya belum mengetahui seperti pokok pembahasan AHY dan Puan, sehingga tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh soal Demokrat keluar dari koalisi perubahan ataupun tidak.

"Yang pasti politik dinamis. Sejauh ini Demokrat konsisten bersama Koalisi Perubahan. Sementara ini kami juga belum tau apa pembahasan pak AHY dan Puan nanti, sehingga belum tau hasil lanjutan," jelasnya.

Sedangkan Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudi Pieter Goni mengemukakan, pihak PDIP menyambut baik jika ada partai lain gabung koalisi bersama PDIP mengusung Ganjar untuk Capres 2024.

"Bagi kami kader PDIP selagi ada peluang koalisi kenapa tidak. PDIP terbuka bagi partai manapun termasuk Demokrat," singkatnya.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Aswar Hasan menilai manuver ini adalah gertakan Demokrat agar Anies Baswedan dan NasDem segera menetapkan AHY sebagai cawapres Anies.

"Sebab Demokrat menyadari bahwa tanpa Demokrat, Anies tidak akan bisa dicalonkan karena tidak mencukupi syarat ambang batas pencalonan presiden," tuturnya.

Di sini, kata Aswar, menjadi ujian bagi Anies Baswedan yang telah diberikan kewenangan dalam perjanjian para koalisi untuk menunjuk sendiri calon pasangannya.

"Maka, Anies harus tetap berpikir jernih dan mengambil keputusan secara objektif," terangnya.

Dia menegaskan, Anies tetap harus berpikir jernih karena sudah ada komitmen Demokrat dalam perjanjian koalisi. Sehingga, Demokrat juga akan sulit untuk keluar dari koalisi atau misalnya memilih gabung dengan PDIP.

  • Bagikan

Exit mobile version