Angkat Tema Budaya Masa Depan, Pemkot Makassar Gelar Karnaval Budaya Peringati Hari Kebudayaan 

  • Bagikan
Pelaksanaan malam karnaval budaya yang diikuti sebanyak 700 peserta yang berlangsung di Anjungan City of Makassar, Minggu (21/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Pemerintah Kota Makassar menggelar malam karnaval budaya yang diikuti sebanyak 700 peserta yang berlangsung di Anjungan City of Makassar, Minggu (21/4). 

Para peserta karnaval budaya ini berasal dari seluruh anggota sanggar di Kota Makassar dan lima daerah di Sulawesi Selatan. 

Kegiatan malam karnaval budaya ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Kota Makassar yang jatuh pada tanggal 1 April yang lalu. 

Hari Kebudayaan Kota Makassar telah diperingati sejak tahun 2018 yang mana masyarakat tiap tahunnya mengenakan pakaian adat sebagai simbol perayaan. 

Pelaksanaan Malam Karnaval Budaya tahun ini merupakan kali ke-enam digelar dengan tema " Budaya Masa Depan" yang dihadiri oleh ratusan peserta Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM). 

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pelaksanaan Malam Karnaval Budaya ini sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap budaya yang ada di Sulawesi Selatan. 

"Kita harus melestarikannya sesuai tema yaitu Budaya Masa Depan. Partisipasi dari daerah dan sanggar-sanggar sangat terlihat,” ucap Danny  Pomanto, sapaan akrab Wali Kota Makassar. 

Beragam kebudayaan nusantara ditampilkan mulai dari adat Bugis Makassar dengan baju kebesarannya yakni jas tutup dan baju bodo.  

Atraksi tarian hingga pengiring musik toriolo ikut meramaikan demi memperkuat budaya kedepannya sebagai ciri khas kota Makassar.

Selain itu, ada juga adat Bali yang dibawakan langsung oleh sanggar kita saraswati. 

Konsepnya cukup unik, mereka menampilkan Barong diiringi musik khas Bali yang disebut dengan Bola Ganjur. 

Bola Ganjur ini katanya wajib dibawakan saat merayakan kegembiraan atau penyambutan tamu-tamu negara bangsawan. 

Dewan Penasehat Sanggar Kita Saraswati, Gede Burahman mengungkapkan keikutsertaannya ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkot Makassar dalam pelestarian budaya. 

“Kami sering ikut. Partner di Dinas Kebudayaan. Kita ingin memperkenalkan budaya adat bali di Kota Makassae. Sebagai paguyuban Hindu Bali kami senang karena pemimpinnya juga tak lupa akan budaya. Memberikan kita panggung untuk semua budaya,” ungkap Gede Burahman. 

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan, Herfida Attas menambahkan peringatan Hari Budaya Makassar dengan mengenakan pakaian adat telah dilaksanakan oleh masyarakat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Makassar pada tanggal 1 April yang lalu. 

“Tanggal 1 April kemarin kami berpakaian adat semua OPD dan malam ini rangkaiannya sekaligus kita sambut tamu dari PSBM. Semoga semangat budaya masa depan ini bisa berdampak baik untuk semua masyarakat dalam melestarikan budaya kota Makassar,” pungkas Herfida. (Shasa/B)

  • Bagikan