Polemik Seleksi Dirut PDAM Tirta Mangkaluku Palopo 2026–2031, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Angkat Bicara

  • Bagikan
Anggota DPR RI, Frederik Kalalembang

PALOPO, RAKYATSULSEL — Polemik seleksi Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo periode 2026–2031 kian memanas. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai aksi protes mencuat ke ruang publik, mulai dari kritik di media sosial hingga gelombang penolakan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah pemberitaan lokal dan nasional pun bahkan menyoroti ketidakpuasan peserta seleksi serta dugaan proses yang dinilai belum sepenuhnya terbuka.

Situasi bahkan memuncak ketika ada aksi protes merambah hingga ke kediaman Wali Kota Palopo. Dalam laporan yang beredar, ada warga datang dengan emosi tinggi, bahkan dikabarkan membawa benda tajam seperti parang.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa proses seleksi jabatan strategis seperti Dirut PDAM harus berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saran saya, sesuaikan dengan aturan yang berlaku. Prosesnya harus transparan dan akuntabel. Jangan ada ruang bagi kecurigaan publik,” ujar Frederik, Senin (27/4/2026).

Jalankan Seleksi dengan Kepemimpinan yang Baik dan Terbuka

Frederik mengingatkan bahwa sejak awal dirinya telah mendorong agar proses seleksi dilakukan dengan kepemimpinan yang baik, melibatkan perangkat organisasi perangkat daerah (OPD), serta dijalankan secara terbuka. Ia menilai, di era saat ini, tidak ada lagi ruang untuk proses tertutup yang berpotensi menimbulkan kecurigaan publik.

Ia mengatakan bahwa ada pihak yang tidak puas hingga melakukan protes dan bahkan mendatangi kediaman Wali Kota, tentu ini menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan. Sehingga perlu perhatian serius.

"Saya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan menyelidiki adanya indikasi yang tidak wajar, agar tidak berkembang menjadi hal yang merugikan semua pihak, terlebih jika sudah menyangkut janji dan dugaan aliran dana, seperti kasus di Pati yang berujung pada penyidikan oleh KPK," terangnya.

Sebagai solusi, Frederik menyarankan agar panitia seleksi membuka seluruh tahapan secara jelas kepada publik, mulai dari kriteria penilaian, hasil setiap tahapan, hingga dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan polemik dapat diredam sejak dini.

Berikut hasil asesmen psikotes, 13 calon direksi memperoleh rekomendasi sebagai berikut:

  1. Andi Megawati, S.E., M.Ak. — Disarankan
  2. Andi Risnal S Nur S, S.E. — Dipertimbangkan
  3. Andi Siwaru Husain, S.T., PIA., CFRM — Dipertimbangkan
  4. Darmawati LS, S.K.M., M.M. — Tidak Disarankan
  5. Fath Andi Pampang — Tidak Disarankan
  6. Dr. Haedar Djidar, S.H., M.H. — Dipertimbangkan
  7. Haeruddin K, S.H. — Dipertimbangkan
  8. Hilmi Gazali, S.T., M.Si. — Dipertimbangkan
  9. Dr. Ris Akril Nurimansjah, S.Sos., M.M., QRGP., CFRM — Tidak Disarankan
  10. Syahruddin Djumed, S.E., M.M. — Dipertimbangkan
  11. Steven Hamdani, S.T., M.M., M.Si. — Dipertimbangkan
  12. Winda Sharif Putri, S.T., M.M. — Tidak Disarankan
  13. Yasir, S.E., M.M., PIA — Disarankan.

Adapun proses seleksi PDAM Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo periode 2026–2031 telah mengerucut pada lima besar kandidat yang masuk tahap akhir wawancara, yakni :

  1. Dr. Ris Akril Nurimansjah, S.Sos., M.M., QRGP., CFRM;
  2. Andi Siwaru Husain, S.T., PIA., CFRM;
  3. Yasir, S.E., M.M., PIA;
  4. Steven Hamdani, S.T., M.M., M.Si.;
  5. Andi Megawati, S.E., M.Ak.

Harapan publik kini sederhana, siapa pun yang terpilih nantinya adalah sosok terbaik, lahir dari proses yang bersih, dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat terkoyak. (*)

  • Bagikan

Exit mobile version

Install aplikasi RakyatSulsel untuk mendapatkan berita terbaru.