MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Anggota DPR RI sekaligus tim penguji Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) tahap II calon Ketua DPC PKB, Daniel Johan, menegaskan bahwa tidak ada keistimewaan bagi petahana dalam proses seleksi, di mana seluruh kandidat akan dinilai secara setara berdasarkan hasil uji kompetensi, kepemimpinan, dan komitmen kader dalam agenda yang berlangsung di Makassar, Rabu (29/4/2026).
"Seluruh hasil UKK nantinya akan dibawa ke tim khusus di DPP untuk dianalisis, dimatangkan, dan kemudian diputuskan. Tidak ada jaminan bagi ketua petahana. Semua kader yang mengikuti proses memiliki peluang yang sama," ungkap Daniel Johan di Kantor DPW PKB Sulsel, Jalan Prof Basalamah, Makassar, Rabu (29/4/2026)
Ia menekankan, penilaian DPP dalam menentukan Ketua DPC didasarkan pada berbagai keunggulan masing-masing kandidat, seperti hasil psikotes, kemampuan kepemimpinan, komitmen sebagai kader dalam mewujudkan cita-cita partai.
"Serta konsistensi dalam turun ke masyarakat, mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat," tuturnya.
Secara garis besar, Daniel juga membeberkan keunggulan dan kelemahan calon ketua selama proses UKK. Khusus untuk petahana, menurut Daniel, memang unggul pada hal pengalaman.
"Bagi incumbent, kelebihannya adalah sudah memahami roda organisasi dan berpengalaman dalam mengelola administrasi partai, mulai dari pembentukan struktur hingga pengelolaan sistem seperti Sipol," ujarnya.
Hal itu yang dianggap kurang dimiliki oleh calon non petahana, terlebih calon dari eksternal.
"Sementara itu, kandidat non-incumbent mungkin masih perlu beradaptasi dalam aspek administratif, tetapi mereka membawa semangat baru," katanya.
Rencananya, hasil UKK akan diumumkan paling lambat akhir Mei 2026. Daniel juga mengungkap, bila pelantikan seluruh pengurus Ketua DPC se-Indonesia akan berlangsung di Jakarta.
"Selanjutnya, pada bulan Juli, seluruh calon terpilih akan dilantik secara resmi di Jakarta, yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu calon Ketua DPC PKB Bulukumba, Andi Anwar Purnomo membeberkan materi yang diajukan oleh DPP saat menjalani prosesi UKK.
"Lebih banyak mengenai visi-misi ke depan ketika diamanahkan jadi Ketua DPC, termasuk target-target PKB ke depan. Kemudian mengenai persoalan tantangan-tantangan PKB di tahun 2029. Kemudian merekrut kaum perempuan dan generasi milenial-GenZ, dalam hal ini anak-anak muda untuk bergabung bersama PKB. Kemudian juga terkait penguatan struktur mulai dari kecamatan, hingga desa dan kelurahan," papar Anggota Komisi A DPRD Sulsel tersebut.
Anwar juga memberi perbandingan materi uji pada UKK 1 dan UKK 2. Menurutnya, UKK 1 yang mengundang unsur akademisi, lebih menekankan pada aspek mental dan karakter.
