MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi calon ketua berstatus petahana dalam Musyawarah Cabang (Muscab). Seluruh kandidat dinilai setara dan ditentukan melalui hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) sebagai tolok ukur utama.
“Semua dinamis. Posisi petahana dan pendatang baru berada pada posisi yang sama. Penilaian ditentukan melalui UKK 1 dan UKK 2, sehingga belum bisa dipastikan siapa yang akan mengerucut. Instrumen ini terukur dan menjadi dasar utama dalam menilai kelayakan kandidat,” ujar Azhar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sempat beredar kabar bahwa Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin alias Ome, berniat mencalonkan diri sebagai Ketua DPC PKB Palopo.
Saat dikonfirmasi, Ome memberikan jawaban diplomatis. “Belum ke mana-mana dulu,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait rencana pencalonan tersebut, ia kembali menegaskan, “Belum.”
Azhar menambahkan, PKB menjadikan UKK sebagai gerbang utama dalam menyeleksi calon ketua DPC secara objektif dan terukur. Menurutnya, hanya kader yang benar-benar siap yang dapat melaju ke tahap berikutnya.
“UKK menjadi pintu utama untuk menyaring kandidat terbaik secara objektif. Hanya kader yang siap yang bisa melangkah lebih jauh,” katanya.
Pada tahap awal, tim penilai melakukan asesmen mendalam terhadap karakter peserta, termasuk kemampuan kepemimpinan, daya tahan terhadap tekanan, serta kesiapan memikul tanggung jawab organisasi.
“Kami fokus pada penilaian karakter dan watak, termasuk kepemimpinan dan kesiapan menghadapi tekanan,” jelasnya. (Sutrisno Zulkifli/B)
