Beda Idealisme, Alasan Rijal Tinggalkan PPP

  • Bagikan
Rijal Djamal (tengah) saat memberikan alasannya bergabung dengan PKB dan meninggalkan PPP di Kedai Kafeu jl Andi Pettarani Makassar. (Foto Fahrullah)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Rijal Djamal mengakui jika dirinya memang memiliki kedekatan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun beda idealisme Content Creator ini meninggalkan partai berlambang Kabah dan kini menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PKB Dapil Gowa-Takalar.

Rijal Jamal mengatakan jika dirinya telah menjadi tenaga ahli Fraksi PPP Sulsel kurang lebih 1,5 tahun karena mendapatkan tawaran dari ketua DPW PPP Imam Fauzan, walau awalnya menolak.

"Tapi karena panggilan dan harapan (Imam Fauzan) karena saya dianggap memiliki kemampuan disitu (tenaga ahli fraksi ) maka tahun 2020 SK saya dari DPRD Sulsel ada dan perjalanannya hanya sekitar satu tahun setengah. Saya mundur karena banyak ketidakcocokan idealisme," kata Rijal Djamal.

Setelah mundur sebagai tenaga ahli Fraksi PPP, Rijal Djamal mengakui mendapatkan tawaran menjadi pengurus partai berlambang Kabah, namun dia masih menolak.

"Tapi selama saya tidak upload di media sosial, maka saya tidak pernah merasa ada di situ (PPP)," bebernya.

Bahkan kata dia, beberapa orang menyapaikan jika namanya ada dalam kepengurusan PPP Sulsel, namun dia tidak pernah terlibat dalam kegiatan partai yang kini dinahkodai oleh Muhammad Mardiono.

Sebagai anak muda dia memiliki komitmen dalam berpolitik yakni politik partisipasi bukan harmonisasi.

"Orang menilai nama saya ada di sana (PPP). Tapi Komitmen saya sendiri yang akan umumkan karena politik saya bukan konotasi tapi politik partisipasi, politik transparan karena anak muda itu sukanya karena market kita milenial," jelasnya. (Fahrullah/B).

  • Bagikan