Ogah Bangun Stadion, Pemprov Malah Alokasikan Rp30 Miliar Tanam Pisang

  • Bagikan
Eskavator Membongkar Bangunan Stadion Mattoanging (Ist)

Untuk anggarannya, Syahar menyebut bahwa nanti akan dilakukan penyesuaian dalam APBD Perubahan 2023.

Dia memuji program Gerakan Gemar Menanam Pisang (G2MP) yang dicanangkan Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin. Menurutnya, dengan program ini, ada dua hal mendasar yang akan dirubah teknik bertani secara tradisional menjadi modern.

"Tujuan menanamnya dari konsumsi pribadi atau rumah tangga menjadi industri. Itu dua keinginan pak gubernur dan tentu kami atas nama DPRD Sulsel mendukung penuh keinginan pak Gubernur untuk 100.000 hektar yang ada di Sulsel dari 5 juta hektar," jelasnya.

Sekretaris NasDem Sulsel ini menyebut masyarakat pasti akan senang dengan program ini. Terlebih lagi dengan kerjasama dari Great Giant Food (GGF) dalam pendampingan, pemasaran terutama dalam merubah mindset para petani dari petani tradisional ke modern.

Petani yang berpikir bisnis, yang tadinya menanam cuman 10. Kalau menanam satu hektar 2000 pasti beda.100.000 kali 2000 berarti 200 juta dalam waktu 7 bulan.

"Ada GGF yang dekat kita, bismillah kita dukung para perubahan Sulawesi Selatan kedepan," tutur politisi NasDem asal Sidrap itu.

Diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menargetkan menanam hingga 200 juta pohon pisang di lahan seluas 100.000 hektare dalam waktu setahun ke depan.

Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, dalam berbagai kesempatan menyampaikan jika dalam satu hektare terdiri dari 1.500-2.000 pohon pisang sehingga untuk 200 juta pohon memerlukan lahan 100.000 hektare lahan, di mana bibit pisang akan disediakan Pemprov Sulsel.

Dia mendorong ketahanan pangan  melalui budidaya pisang. Dia mencontohkan  di Kabupaten Wajo itu ada 5.000 hektare. Ia menargetkan 100.000 hektare bisa ditanam satu tahun ke depan. Karena ini bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi belum dibudidayakan. (Yadi/B)

  • Bagikan