Pj Gubernur Sulsel Imbau Bapenda Tingkatkan Pendapatan

  • Bagikan
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin memberikan motivasi kepada seluruh jajaran Bapenda Sulsel, Jumat (19/1/2024).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL -Pendapatan daerah merupakan salah satu sumber dana untuk memaksimalkan pembangunan daerah. “Kantong Kanan” istilah yang biasa digunakan Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin untuk serapan dana dari Instansi pemerintah.

Bahtiar Baharuddin mengajak seluruh jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, untuk terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui perbaikan kinerja dan inovasi.

Kata dia, target-target pendapatan bisa dicapai tahun ini. "Yang sangat signifikan itu adalah Bapenda. Mudah-mudahan ada penambahan atas kinerja baik Bapenda Sulsel," kata Bahtiar saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Bapenda dan BKAD Sulsel, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat,(19/1/ 2024).

Bahtiar menuturkan, seluruh jajaran Bapenda Sulsel untuk menyampaikan apa saja yang menjadi kendala di lapangan untuk dicarikan solusinya, sehingga bisa mempercepat pendapatan, baik dari sektor pajak maupun aset milik Pemprov Sulsel.

"Kalau ada hal yang mau disampaikan, silahkan Pak Kaban, apa saja yang menjadi kendala di lapangan," tuturnya.

Lebih lanjut Bahtiar menyampaikan, program budidaya pisang cavendish, sukun dan nangka khusus sektor pertanian, serta perikanan bagaimana pembangunan rumah ikan dan rumpon, juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemprov Sulsel.

"Dengan adanya industri tepung dan khusus olahan pisang cavendish, nantinya akan menjadi pendapatan baru bagi Bapenda Sulsel. Kita juga akan memasuki dunia bisnis baru, yang kita tidak kenal sebelumnya, namanya karbon trending, itu dari tanam sukun dan tanam pisang," pungkasnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Rakyat Sulsel, Pendapatan Asli Daerah Pemprov Sulsel pada APBD 2023 lalu sebagai berikut.

Pendapatan Asli Daerah (PAD), targetnya sebesar Rp. 5.751.863.972.794. (Rp 5,7 Triliun). Hingga Akhir Tahun telah terealisasi sebesar Rp. 5.185.956.182.456,16 (Rp 5.1 Triliun) atau (90,16%), yang terdiri dari:

Pendapatan Pajak Daerah tergetnya sebesar Rp. 4.956.099.690.090,( Rp 49 Triliun). Hingga Akhir Tahun telah terealisasi sebesar Rp. 4.645.234.340.612,78,(Rp 4,6 Triliun) atau (93,73%).

Pendapatan Retribusi Daerah Targetnya sebesar Rp. 41.235.638.951,(Rp 41,2 Milyar). Hingga Akhir Tahun telah terealisasi sebesar Rp. 42.461.302.822,Rp 42,4 Milyar) atau (102,97%).

Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, targetnya sebesar Rp. 134.603.389.662,( Rp134,6 Milyar). Hingga Akhir Tahun telah terealisasi sebesar Rp. 134.625.075.430,(Rp 134,6 Milyar) atau (100,02%).

Lain - Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, targetnya sebesar Rp. 619.925.254.091,(Rp 619 Milyar). Hingga Akhir Tahun telah terealisasi sebesar Rp. 363.635.463.591,38,(Rp 363,6 Milyar) atau (58,66%). (Abu hamzah/B)

  • Bagikan