Mendalami Makna Perayaan Hari Raya Nyepi Masyarakat Bali

  • Bagikan
ilustrasi

Terakhir adalah Amati Karya, di mana seorang Hindu tak boleh melakukan pekerjaan di perayaan tersebut.

Dari tiga aturan di atas, Hari Raya Nyepi selain untuk menyucikan alam, perayaan ini memang diperuntukkan untuk menyucikan diri seseorang dengan merenung dan berdoa.

Hari Raya Nyepi dapat diartikan sebagai hari penyucian diri manusia dan alam. Dengan kata lain, Nyepi bertujuan untuk membuang kotoran dan keburukan yang lalu agar siap menghadapi rintangan di tahun yang baru.

Saat nyepi, berbagai larangan beraktivitas diberlakukan. Dengan suasana yang hening, umat Hindu dapat melakukan perenungan dengan khidmat. Tahapan akhir Hari Raya Nyepi ini dapat dimaknai sebagai ajang pengakuan dan pengikhlasan. Keesokan setelah Nyepi adalah (Ngembak Geni).

Dikutip dari shb.sch.id memaparkan yang artinya, sebagai manusia hendaknya mengakui kesalahan dan meminta atau memberikan maaf kepada sesama. Perayaan Hari Raya Nyepi memberikan pemahaman akan pentingnya toleransi dalam kehidupan umat manusia.

Arti Hari Raya Nyepi lekat dengan kehidupan. Melakukan perenungan diri merupakan salah satu proses untuk memperoleh kesiapan hidup di tahun yang baru.

Pada saat Nyepi tidak boleh melakukan aktifitas seperti pada umumnya, seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja dan sebagainya.

  • Bagikan