Adu Pamor Calon Senator

  • Bagikan
karikatur/rambo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) masih menjadi daya tarik di setiap perhelatan pemilihan umum di Sulawesi Selatan. Pada Pemilu 2024, para 'pemburu' kursi senator ini akan saling 'jegal' dengan memanfaatkan latar belakang masing-masing.

Dari tiga pemilihan umum terakhir, peminat kursi DPD RI di daerah ini tak pernah surut. Meski hanya menyiapkan empat kuota, tak menyurutkan animo bagi mereka yang meyakini layak duduk di lembaga yang dulunya bernama Fraksi Utusan Daerah (F-UD) itu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan telah menyatakan ada 33 nama yang telah memenuhi syarat secara dukungan dan sebaran untuk menjadi bakal calon anggota DPD. Mereka berasal dari beragam kalangan. Mulai dari akademisi, politisi, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama. Hal ini menjadikan seluruh calon akan memanfaatkan seluruh potensinya untuk meraup suara pada Pemilu 2024.

Kepala Sub Bagian Teknis KPU Sulsel, Muhammad Asri menyatakan peminat kursi senator dari pemilu ke pemilu selalu meningkat dari berbagai kalangan dan profesi. "Pada Pemilu nanti, ada 42 orang yang mendaftar, tapi yang lolos verifikasi administrasi sebanyak 33 orang," kata Asri, Selasa (3/1/2023).

Sebagai kilas balik, berdasarkan data dari KPU Sulsel, pada Pemilu 2009 sebanyak 34 calon mendaftar DPD RI. empat yang terpilih yakni Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Aksa Mahmud, Bahar Ngitung, dan Litha Brent. Sedangkan pada Pemilu 2014 sebanyak 33 calon DPD RI. Empat yang terpilih yakni Abdul Aziz Qahar Mudzakar, Ajiep Padindang, Bahar Ngitung dan A.M. Iqbal Parewangi.

Kemudian pada pemilu tahu 2019, peminat mendaftar DPD RI asal Sulsel sebanyak 42 orang. Empat senator yang terpilih Masing-masing Andi Ihsan, Lily Amelia Salurupa, Tamsil Linrung, dan Ajiep Padindang.

Beragamya latar belakang bakal calon DPD, memuat persaingan untuk menuju Jakarta, akan sengit. Beberapa nama 'besar' digadang-gadang akan mengeluarkan seluruh kekuatan dan amunisi untukmeraup suara sebanyak-banyaknya.

Salah seorang yang masuk daftar adalah mantan Rektor Universitas Hasanuddin dua periode, Profesor Idrus Paturusi. Dokter ahli bedah tulang ini menyatakan optimistis bisa lolos sebagai calon berdasarkan persyaratan yang telah dipenuhi ke KPU Sulsel.

"Syarat-syarat administrasi telah mencukupi sehingga saya optimisitis bisa bertarung," kata Idrus.

  • Bagikan

Exit mobile version