Syaharuddin Alrif Minta PUTR Sulsel Segera Lakukan Pengerjaan Jalan Simbuang-Mappak Tana Toraja

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif saat menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka tuntutan ikatan pemuda pelajar mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Persoalan insfrastruktur jalan lintas daerah di Provinsi Sulsel masih membahayakan. Bahkan menjadi gelombang daratan bagi pengendara yang melintas.

Hal ini menjadi perhatian khusus Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif saat menghadiri kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka tuntutan ikatan pemuda pelajar mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI).

Politisi NasDem itu meminta untuk pengerjaan jalan Simbuang-Mappak segera dilakukan penanganan karena kondisi jalan yang sudah kategori darurat yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di Desa/Lembang Makkodo, Kecamatan Simbuang Tana Toraja dan beberapa titik lainnya.

"Kami sampaikan kepada adik-adik mahasiswa bahwa DPRD Sulsel akan mengawal tuntutan tersebut untuk segera meminta pemerintah provinsi untuk melakukan pengerjaan dan ada beberapa anggota DPRD dapil Toraja yang akan mengawal aspirasi tersebut karena memang saat ini kita fokus melakukan pengawasan untuk perbaikan infrastruktur," katanya di DPRD Sulsel, Senin (8/5/2023).

Syahar yang juga sebagai Sekretaris NasDem Sulsel, menyampaikan bahwa pada kegiatan RDP banyak juga yang disinggung soal infrastruktur di Sulsel yang pengerjaanya tidak bagus sehingga melalui aspirasi pihak DPRD Sulsel meminta kepada PUTR Sulsel untuk menyelesaikan secepatnya.

Dia menegaskan, ada banyak infrastruktur yang sudah dianggarkan tapi belum dilakukan pengerjaan diantaranya terkait jalan poros Simbuang Mappak di Tana Toraja dan untuk daerah yang belum selesai infrastrukturnya seperti Antang.

"Kemudian Sidrap dan Soppeng yang beberapa ruas provinsi lainnya. Jadi tentu evaluasi kinerja tahun 2022, yang kemarin ada beberapa persoalan. Anggaran yang sudah ada tapi kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan yang pada akhirnya terbengkalai beberapa bulan, berdampak ke masyarakat," tuturnya.

Syahar menjelaskan, jalan keluar diberikan oleh PUTR bahwa akan dikontrak ulang lagi dan bisa dilanjutkan dikerja. Itu yang bermasalah tahun 2022. Seperti jalur di Soppeng juga ke Barru.

"Adapun penganggaran tahun 2022 tadi di rapat kami meminta bersama ketua komisi D, supaya cepat dijalankan. Seperti jalan Antang ini harus cepat. Kasihan masyarakat disitu. Kemudian jalur Gowa, Sinjai dan lain-lain," ujarnya.

Untuk wilayah Simbuang memang jalan provinsi yang menghubungkan Tana Toraja dan Pinrang. Karena itu daerah perkebunan kopi, pertumbuhan ekonomi bagus ke depannya. (yadi/B)

  • Bagikan