Jaga Stabilisasi Harga dan Inflasi di Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Gelar Pangan Murah

  • Bagikan
Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, selama empat hari mulai tanggal 25-28 Juli 2023.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulawesi Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 25-28 Juli 2023.

Kegiatan gerakan pangan murah ini tersebar di beberapa titik di Kota Makassar yakni di Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman, dan di kecamatan Tallo, Makassar, Mariso dan Tamalanrea.

Gerakan Pangan Murah ini juga serentak dilaksanakan di 24 kabupaten/kota yang dibagi ke dalam enam zona perwakilan, yakni zona pertama terdiri dari Makassar, Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar. Zona dua yaitu Bulukumba, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar. Di zona tiga ada Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai.

Lanjut, zona empat yaitu Pare-pare, Sidrap, Pinrang, dan Barru. Zona lima yakni Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Zona Enam adalah Enrekang, Toraja Utara dan Tana Toraja.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan Gerakan Pangan Murah ini menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan.

"Kita berharap kegiatan ini dapat memberikan efek, terutama untuk pengendalian inflasi dan pemulihan ekonomi," ucap Arsjad saat ditemui pada Gerakan Pangan Murah di Jalan Seroja, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Kamis (27/7).

Arsjad menyebut Gerakan Pangan Murah ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Diharapkan, kehadiran acara ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok strategisnya.

Apalagi, kata Arsjad, harga-harga produk yang dijual dalam pasar murah ini dipatok di bawah harga dipasaran.

Selain itu, masyarakat yang berbelanja menggunakan metode QRIS mendapat potongan harga sebesar Rp5 ribu dari Bank Indonesia dan juga jika melalui pembelanjaan online Keranjang Pasar juga dapat potongan Rp2 ribu per komoditi.

"Harga yang kami jual itu dibawah harga pasar," ucap Arsjad.

Adapun harga komoditi pada kegiatan ini yakni Beras premium Rp62 ribu per 5 Kg, beras medium Rp45 ribu per 5 Kg, minyak goreng merek MinyaKita Rp10 ribu per liter, gula pasir Rp13.500 per kilo.

Lalu ada juga, bawang putih dan bawang merah masing Rp15 ribu per setengah kilo, telur Rp54 ribu per rak, cabe rawit dan cabe besar masing-masing Rp5 ribu per bungkus dan banyak komoditi lainnya.

Ia mengungkapkan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari program kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, yang tentunya sejalan dengan program prioritas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

"Kami dinas ketahanan pangan menginginkan kedepannya Sulsel ini menjadi Andalan Indonesia," harap Arsjad.

Dalam kesempatan ini, Arsjad mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini seperti Bulog dan Bank Indonesia, ID Food, Kerpas by Kerbel, Japfa, PT Makassar Kulina Utama, Frestive dan Charden Pokphand Indonesia.

"Jadi kami berterimakasih karena kita di supporting (dibantu)," terang Arsjad. (Shasa/B)

  • Bagikan