Pj Gubernur Sulsel Pamit

  • Bagikan

Retreat Kepala Daerah

Sebanyak 23 kepala daerah di Sulsel akan mengikuti pelantikan serentak pada 20 Februari mendatang di Istana Negara. Setelah itu, mereka akan mengikuti retreat bersama Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, pada 21-28 Februari.

Jelang agenda tersebut, Pj Gubernur Sulsel Prof Fadjry Djufry mengaku pembekalan ini sangat penting bagi para kepala daerah. Pembekalan ini akan diisi dengan berbagai materi dan kegiatan, seperti para menteri di awal masa jabatan.

Materi yang akan dibahas meliputi visi misi era Prabowo-Gibran, program prioritas nasional, tata kelola pemerintahan, perkembangan geopolitik, dan cara menyatukan gerakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Prof Fadjry menilai para kepala daerah harus mampu menyatukan visi pembangunan, sehingga tidak ada lagi ego masing-masing yang bisa menghambat keharmonisan pemerintahan.

Pembekalan ini akan dilakukan untuk seluruh kepala daerah, baik yang menjalani periode kedua maupun kepala daerah baru.

Diketahui, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Pj Gubernur Sulsel pada 20 Oktober mendatang. Terkati apa yang sudah dicapai dan apa yang belum diselsaikan oleh Prof Fadjry, Ketua DPRD Sulsel, Andi Rahmatika Dewi mengtakan, setiap masa kepemimpinan penjabat daerah menjalankan tugas tentunya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sama seperti penjabat sebelumnya, ada menjalankan program untuk masyarakat namun, ada juga meninggalkan hal yang mesti diselesaikan oleh pemimpin definitif nantinya di Sulsel.

"Dalam menjalankan tugas sesuai dengan perintah dan kewenangan. Jika sudah waktunya berakhir, banyak hal juga akan perlu diselsaikan oleh pemimpin baru Sulsel," ujarnya, Selasa (18/2/2025).

Politisi NasDem itu menuturkan, selama kepemimpinan Prof Fadjry beberapa bulan di Sulsel, hubungan antara eksekutif dan legislatif tetap harmonis. Bahkan setiap agenda selalu dihadiri bersama-sama.

"Meskipun hanya sebulan dua bulan Pak Prof Fadjry menjabat, sejauh ini harmonisasi ini terus terjaga. Antara eksekutif dan legislatif banyak yang kita dapat selaraskan dan selesaikan," kata Cicu, sapaan akrabnya.

Menurutnya, tugas Fadjry sebagai Pj Gubernur Sulsel, hanya menjembatani pemerintahan hingga dilantiknya gubernur definitif nantinya.

"Tentu banyak yang harus kita selaraskan. Pihak DPRD Sulsel akan terus memberikan support selagi itu untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan," tambah Cicu.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo menyampaika persoalan sebelumnya yang menjadi pekerjaan rumah Pj Gubernur Sulsel, yakni menuntaskan utang Dana Bagi Hasil (DBH).

"Tentu hal urgensi dimasa Pj kemarin yakni terkait DBH, tapi sementara dicicil Pemprov. Artinya ada jalan keluar. Ini kolaborasi baik bersama DPRD," katanya.

Politisi PKB itu menuturkan, Pj Gubernur bertugas mengantar transisi pemerintahan menuju gubernur definitif sehingga kepemimpinan nantinya dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama. Diakui, tugas sebagai Pj Gubernur bukanlah tugas yang mudah. Sebab banyak harapan masyarakat yang dititipkan melalui anggota DPRD Sulsel yang harus diakomodir.

"Kan banyak program menyasar seluruh segmen masyarakat kita dan itu berjalan terus. Karena seperti pekerjaan runah harus dikerjakan, tidak bisa tuntas dalam setahun dua tahun," jelasnya.

Sedangkan, anggota DPRD Sulsel, Irfan AB menilai, selama PJ Gubernur Sulsel memimpin, hanya melanjutkan pemerintahan sebelumnya. Selain itu, lebih fokus pada program nasional.

Ia menilai, karena status hanya sebagai Pj atau sementara, sehingga Prof Fadjry lebih banyak mengikuti kegiatan seremonial.

"Kan Pj tidak punya program. Hanya melanjutkan, apalagi kondisi saat ini lebih fokus pada realisasi program nasional," katanya.

Politisi PAN menyebutkan, PJ Gubenur beberapa bulan terakhir lebih fokus pada kegiatan inflasi serta bagaimana program makanan bergizi terwujud di Sulsel.

"Sulsel sebagai provinsi yang dipimpin Pj, lebih fokus bagaimana program nasional pak Presiden terwujud. Soal inflasi, Makanan bergizi, serta agenda seremonial lainnya," ujarnya. (Suryadi Maswatu-Nabilah Ansar/C)

  • Bagikan