Simulasi Paslon Prabowo-Erick Dinilai Ideal, Begini Respon Gerindra Sulsel

  • Bagikan
Prabowo-Erick Dinilai Paslon Ideal Pilpres 2024

Anggota DPR RI ini mengatakan, Erick Thohir menjadi salah satu figur yang banyak digadang-gadang sebagai cawapres dari Prabowo.

Artian pada prinsipnya saya kira dari pihak DPP atau Pak Prabowo tentu akan mempertimbangkan berbagai macam hal untuk memilih calon wakil presiden yang terbaik. Bisa saja, Erick salah satu yang terbaik.

"Ada hal juga perlu dipertimbangkan kesiapan partai Gerindra beserta koalisi untuk Memenuhi Syarat pengusungan 20 persen. Ini tentu menjadi perhatian," tuturnya.

Tentunya, kata anggota legislatif Dapil Sulsel II ini, Erick tentunya berpotensi mendapatkan pertimbangan. Namun, dia membeberkan ada banyak nama-nama lain selain Erick.

"Semua tentu menjadi pembahasan. Akan dipertimbangkan sematang-matangnya dengan melihat berbagai faktor untuk Pak Prabowo atau DPP untuk mengambil keputusan," terangnya.

Di sisi lain, Andi Iwan menyebut, yang paling utama adalah kesiapan Partai Gerindra beserta koalisinya untuk memenuhi syarat minuman mengusung.

Jadi itu salah satu faktor yang sangat menjadi perhatian. Ia menyebutkan dalam waktu secepatnya ini akan ada kejelasan. Karena pihaknya juga selaku kader menunggu untuk di sosialisasikan dan kita menangkan di daerah masing-masing.

"Siapapun calon wakil presiden yang dipilih oleh Pak Prabowo kami seluruh kader Sulsel akan siap memenangkan pasangan tersebut dengan sekuat tenaga," tandasnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Gerindra Habiburokhman merespons soal kedekatan ketua umumnya, Prabowo Subianto, dengan Ketum PSSI Erick Thohir di laga Timnas Indonesia vs Argentina beberapa waktu lalu.

Perihal apakah kedekatan tersebut kode-kode mengarah ke pilpres, Habiburokhman menegaskan urusan tersebut ada di tangan Prabowo dan juga rekan koalisinya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

"Ya kita masih lihat-lihat dulu Prabowo dan Gus Muhaimin Iskandar, tentu menerima masukan dari banyak pihak, dari banyak orang," kata Habiburokhman Rabu (21/6/2023).

Pengamat politik Unhas Makassar, Dr. Phil Sukri mengatakan bahwa saat ini semua parpol masih relatif membuka ruang komunikasi sampai jelang pilpres 2024.

"Saya melihat ruang komunikasi itu masih terbuka," katanya.

Ia menyampaikan dari berbagai survei politik yang dilakukan beberapa lembaga nasional memang menempatkan Prabowo sebagai capres di peringkat 1. Sedangkan Erick selalu masuk di peringkat 3 besar untul cawapres.

"Jika Prabowo dan Erick ini digabungkan, pasti akan memberikan efek positif di pilpres. Selain itu segmentasi pemilih juga akan mempengaruhi dalam memenangkan pilpres 2024 mendatang," jelasnya.

Dekan Fisip Unhas itu menuturkan, pasangan Prabowo Erick dinilai Sukri merupakan pasangan yang sangat ideal untuk maju dan memenangkan pilpres. Prabowo merupakan sosok politikus yang berpengalaman.

Sementara Erick yang dianggap sebagai figure pemimpin muda yang energik sehingga kombinasi antara politikus berpengalaman dengan pemimpin muda. Sehingga duet pasangan ini dinilai Sukri mampu mendapatkan suara dari generasi milenial dan generasi z.

"Sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh Prabowo dan Erick juga akan menentukan kemenangan di pilpres mendatang. Biaya politik untuk maju sebagai capres sangat tinggi sehingga sumberdaya eknomi juga sangat menentukan. Gabungan Prabowo dan Erick pastinya akan saling melengkapi," saranya.

Selain itu yang menguntungkan figur Erick menurut Sukri adalah tidak terikat oleh salah satu parpol peserta pemilu. Sehingga tidak akan dihambat atau diklaim oleh parpol peserta pemilu.

Kunci untuk dapat memenangkan pilpres mendatang juga ditentukan oleh sosok capres cawapres yang mampu menguasai provinsi yang memiliki kantung suara besar. Saat ini Provinsi Jatim merupakan salah satu kantung suara yang turut menentukan kemenangan pilpres.

"Sebagai kader Banser dan dekat dengan warga Nahdatul Ulama, Erick sangat berpotensi untuk dapat mendulang suara dari Provinsi Jatim. Sedangkan Ganjar Pranowo bisa dipastikan akan mendulang suara di Provinsi Jateng," tutupnya.

Kunci kemenangan saat ini adalah bisa mendapatkan suara dari basis pemilih yang mengambang. Termasuk memperebutkan basis pemilih NU di Jatim.

Jika Anies tidak bisa mendapatkan wakil yang bisa mendapatkan suara Jatim maka posisinya untuk memenangkan capres sangat berat. Sehingga penting untuk mengambil potensi suara di Jatim.

"Itu yang membuat saat ini Anies masih belum memutuskan wakilnya.
Sedangkan Erick yang menjadi anggota Banser serta dekat dengan NU berpotensi mendapatkan suara dari Jatim dan suara milenial," jelas Sukri.

Lanjut Sukri, jika ada 3 pasangan capres cawapres di pilpres nanti, berdasarkan survei lembaga politik pasangan Prabowo Erick kemungkinan besar akan masuk ke putaran 2.

Jika salah satu pasangan Ganjar atau Anies tak masuk putaran ke 2, maka suara simpatisan mereka akan berpotensi mengalihkan pilihannya pada Prabowo-Erick.

Sehingga posisi pasangan Prabowo Erick yang berada di 2 kutub kekuatan yang bertolak belakang ini dinilai Sukri akan sangat menguntungkan. Jika Ganjar tak lolos ke putaran ke 2, sangat tak mungkin suara simpatisannya beralih ke Anies. Atau sebaliknya.

"Sehinga posisi ini sangat menguntungkan Prabowo Erick yang diprediski berbagai lembaga survei politik berpeluang besar maju ke putaran 2," tutup Sukri. (Yadi/B)

  • Bagikan