Jangan Merokok Setelah Olahraga Jika Kamu Tidak Ingin Rugi!

  • Bagikan
ilustrasi

Oksigen adalah zat yang penting untuk membantu otot memperbaiki diri dan tumbuh setelah olahraga. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan menghambat proses ini dan membuat otot Anda lebih mudah lelah, nyeri, atau cedera.

Merokok Setelah Olahraga Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Merokok setelah olahraga juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini karena merokok dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan irama denyut jantung.

Saat olahraga, jantung akan dipacu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika Anda merokok setelah olahraga, Anda akan memberikan beban tambahan pada jantung Anda.

Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang merupakan kondisi yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan penurunan fungsi paru-paru.

PPOK juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, aritmia, atau serangan jantung.

Merokok setelah olahraga juga dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan hingga 70 persen. Hal ini karena merokok dapat merusak selaput lendir di saluran pernapasan, yang berfungsi sebagai pertahanan alami tubuh terhadap bakteri dan virus.

Selain itu, merokok juga dapat menurunkan fungsi paru-paru, yang membuat Anda lebih sulit bernapas dan lebih rentan terhadap penyakit seperti bronkitis, pneumonia, atau asma.

  • Bagikan