Pemprov Sulsel Komitmen Tekan Stunting

  • Bagikan
Foto: ABU HAMZAH/RAKYATSULSEL/A

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) berkomitmen menekan angka stunting.

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan, untuk menekan angka stunting, pihaknya berfokus pada penanganan ibu hamil, dengan memperhatikan asupan dan ketersediaan segala aspek pendukungnya.

Kata dia, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sulsel, setiap tahun ada sekitar 150 ribu orang hamil di Sulsel. "Jumlah ibu hamil di Sulsel kira-kira 150 ribu orang per tahun. Jadi kita harus fokus pada ibu hamil, pastikan diberikan gizi yang cukup, air bersih dan sebagainya. Itu yang menjadi fokus kita,” ujar Bahriar saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Penggerak PKK Sulsel di Hotel Claro, Kota Makassar, Minggu (22/10/2023).

Ia menegaskan, penanganan stunting mesti menjadi perhatian TP-PKK dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan metodologi pemberdayaan keluarga.

"Tugas wajib PKK adalah atasi masalah stunting ini. Ini juga adalah perintah dari pusat agar kasus stunting bisa diturunkan. Sulsel masih tinggi 27 persen," kata Bahtiar.

Dengan pendekatan berbasis kekeluargaan itu tentu diharapkan bisa menjadi salah satu langkah untuk terus melakukan sosilasisasi penanganan stunting.

Menurutnya, jika inflasi tertangani dengan baik, stunting juga akan ikut teratasi dengan peningkatan daya beli masyarakat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah dengan meningkatkan sinergi melalui pemanfaatan lahan dan pekarangan masing-masing dengan melaksanakan penanaman cabai sebagai salah satu solusi menekan inflasi.

Lebih jauh ia mengatakan akan memberikan evaluasi capaian dari PKK Sulsel bersama dengan PKK kabupaten dan kota pada Momentum Hari Ibu yang akan jatuh pada 22 Desember mendatang. (abu/B)

  • Bagikan